BALIEXPRESS.ID – Sebuah video mengejutkan menjadi viral di media sosial. Dalam rekaman berdurasi 17 detik itu, seorang wanita terlihat nekat melompat dari kapal penyeberangan yang melintas di Selat Bali.
Aksi tersebut memicu kepanikan di antara para penumpang.
Wanita itu diketahui bernama Wayan Indriyani (52), warga asal Dusun Krajan, Desa Wonosari, Kecamatan Puger, Jember.
Ia diduga sengaja melompat dari KMP Citra Mandala Sakti yang berlayar dari Pelabuhan Ketapang menuju Gilimanuk pada Sabtu (21/12/2024) pagi, sekitar pukul 05.53 WIB.
Detik-Detik Aksi Lompat yang Menghebohkan
Peristiwa bermula ketika Indriyani bepergian ke Bali dengan menumpang mobil travel bersama anaknya yang berkebutuhan khusus.
Saat kapal berada di tengah Selat Bali, korban tiba-tiba berdiri di atas besi pembatas.
Penumpang lain mencoba mencegahnya dengan memberikan peringatan. Namun, Indriyani yang saat itu mengenakan hijab merah, baju biru, dan celana hitam, tetap melompat ke laut tanpa menghiraukan mereka.
Upaya Pencarian dan Penemuan Jenazah
Komandan Pos TNI AL Gilimanuk, Letda Laut (P) Bayu Primanto, membenarkan kejadian tersebut.
Setelah kapal bersandar di Pelabuhan Gilimanuk, informasi langsung disampaikan kepada pihak TNI AL, kepolisian, dan tim SAR untuk melakukan pencarian.
“Penyisiran dimulai pukul 09.00 WITA di sekitar Selat Bali dengan melibatkan tim gabungan dari TNI AL, kepolisian, dan Basarnas,” jelas Bayu.
Korban akhirnya ditemukan sekitar pukul 12.00 WITA di perairan Prapat Agung, Kabupaten Buleleng, dalam kondisi tidak bernyawa.
Jenazahnya dievakuasi ke Pelabuhan Gilimanuk untuk proses penyelidikan lebih lanjut.
Misteri di Balik Kejadian Tragis
Hingga kini, motif aksi nekat Indriyani masih menjadi tanda tanya besar. Dugaan sementara menyebut korban berada dalam kondisi depresi.
Tragisnya, ia meninggalkan seorang anak berkebutuhan khusus yang turut dalam perjalanan tersebut.
Kejadian ini mengundang keprihatinan masyarakat dan menjadi pengingat akan pentingnya perhatian terhadap kondisi mental seseorang.
Polisi masih terus mendalami kasus ini untuk mengungkap latar belakang sebenarnya. ***
Editor : I Putu Suyatra