SINGARAJA, BALI EXPRESS – Dalam dua tahun terakhir, Kabupaten Buleleng berupaya menekan kasus stunting. Berbagai program dilakukan agar perkara stunting di Buleleng dapat teratasi. Kini Buleleng menjadi kabupaten dengan prevalensi stunting terendah di Bali.
Pada tahun 2022, prevalensi stunting di Buleleng mencapai 11 persen, menjadikannya yang tertinggi di Bali. Angka ini memicu berbagai upaya intensif dari pemerintah, baik di tingkat kabupaten maupun desa. Program-program yang diluncurkan mencakup pemberian makanan tambahan bergizi, edukasi kepada orang tua tentang pentingnya pola makan sehat, hingga perbaikan akses layanan kesehatan.
“Kami berkomitmen untuk memastikan setiap anak di Buleleng mendapatkan nutrisi yang cukup dan tumbuh dengan sehat,” ujar Pj. Bupati Buleleng, Ketut Lihadnyana, Senin (23/12) siang.
Hasilnya pun membanggakan. Pada tahun 2024, angka stunting di Buleleng berhasil ditekan hingga hanya 3,2 persen. Penurunan ini membuat Buleleng tidak hanya keluar dari posisi tertinggi, tetapi juga menjadi kabupaten dengan prevalensi stunting terendah di Bali.
Capaian ini tidak luput dari perhatian pemerintah pusat. Sebagai bentuk apresiasi, Kabupaten Buleleng menerima Dana Insentif Fiskal (DIF) sebesar Rp 17,5 miliar. Dana ini diberikan untuk mendukung keberlanjutan program pengentasan stunting dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Dana insentif ini akan kami gunakan untuk memperluas program yang telah berjalan dan memastikan penurunan angka stunting tetap berkelanjutan,” tambah Lihadnyana.
Masyarakat juga turut merasakan dampaknya. Banyak ibu yang kini lebih sadar akan pentingnya memberikan makanan sehat kepada anak-anak mereka. Akses terhadap layanan kesehatan seperti posyandu dan puskesmas juga semakin mudah dijangkau, berkat dukungan dari pemerintah.
“Sekarang saya lebih tahu bagaimana memberikan makanan bergizi untuk anak saya,” kata Ni Luh Ayu, seorang ibu di Buleleng yang berprofesi sebagai pedagang ikan. Ia mengaku program-program yang digalakkan pemerintah sangat membantu keluarganya dalam meningkatkan kualitas hidup.
Keberhasilan ini menjadi inspirasi bagi daerah lain di Bali untuk lebih giat menekan angka stunting. Pemerintah Provinsi Bali pun memberikan apresiasi kepada Kabupaten Buleleng atas kerja keras dan pencapaiannya.
Dengan adanya Dana Insentif Fiskal ini, Kabupaten Buleleng bertekad untuk terus menjaga prestasi dan menjadi contoh dalam pengentasan stunting di Indonesia. “Harapannya, setiap anak di Buleleng dapat tumbuh sehat, cerdas, dan menjadi generasi penerus yang membanggakan,” tutup Lihadnyana. ***
Editor : Dian Suryantini