Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Sempat Ditutup Selama Pemeliharaan, Jembatan Kuning Lembongan Dibuka Kembali

I Dewa Gede Rastana • Senin, 30 Desember 2024 | 21:19 WIB
RUTIN : Jembatan Kuning kembali dibuka setelah dilakukan pemeliharaan rutin.
RUTIN : Jembatan Kuning kembali dibuka setelah dilakukan pemeliharaan rutin.

BALIEXPRESS.ID – Jembatan Kuning yang merupakan jembatan ikonik yang menghubungkan Pulau Nusa Lembongan dan Nusa Ceningan belakangan ini ditutup sehingga tidak bisa dilalui kendaraan.

Penutupan dilakukan karena sedang dilakukan pemeliharaan rutin terhadap jembatan tersebut.

Perbekel Desa Lembongan, I Ketut Gede Arjaya, mengungkapkan bahwa pemeliharaan Jembatan Kuning saat ini sedang berlangsung.

Pemeliharaan rutin ini didanai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Klungkung melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).

Menurut Arjaya, pekerjaan pemeliharaan jembatan sempat mengalami kendala, terutama karena pengerjaan dimulai pada akhir tahun dan wilayah Lembongan diguyur hujan dalam beberapa minggu terakhir. Hal ini menyebabkan proses pengelasan menjadi terhambat dan sering tertunda. "Untuk mengatasi hal ini, para pekerja pun berusaha melakukan pekerjaan pada malam hari," ujarnya.

Meskipun pekerjaan belum rampung, namun pihaknya harus membuka akses jembatan pada Senin (30/12/2024) karena akan dilaksanakan upacara Nakluk Merana yang dihadiri oleh seluruh masyarakat adat Desa Lembongan di pantai yang ada di dekat Jembatan Kuning.

Karena itu, pembukaan jembatan menjadi prioritas agar lalu lintas motor dapat berjalan lancar, dan masyarakat yang menghadiri upacara tidak terganggu.

"Upaya kami untuk membuka akses jembatan pada hari ini, tepatnya pukul 12 siang sambil tetap melakukan proses pengelasan beberapa dinding jembatan. Kami berusaha agar sepeda motor yang diparkir di utara dan selatan jembatan bisa segera dipindahkan sehingga tidak mengganggu upacara yang akan berlangsung," imbuhnya.

Sehingga diharapkan sekitar jam 3 sore, lokasi ini sudah bisa disterilkan, sehingga masyarakat adat dapat melaksanakan upacara tanpa gangguan.


"Pertimbangan lain juga agar pelaku usaha pariwisata juga tidak terganggu, karena sementara ini, mereka harus mengantar tamu menggunakan sampan atau perahu kecil yang berisiko," tambahnya.

Arjaya mengimbau agar pelaku usaha, pengunjung, dan masyarakat tetap berhati-hati saat melintas di sekitar area jembatan yang sedang dalam pemeliharaan. Ia juga berharap agar semua pihak memberikan ruang bagi pekerja untuk melanjutkan pekerjaan demi kelancaran proses pemeliharaan.

Sementara itu Kabid Bina Marga Dinas PUPR Kabupaten Klungkung I Gede Merta Jaya mengatakan pemeliharaan rutin Jembatan Kuning tersebut dianggarkan Rp200 Juta yang berasal dari APBD Klungkung.

"Dengan waktu pengerjaan selama 45 hari. Itu sudah selesai, tapi saya minta perbaiki yang kurang-kurang agar lebih aman," tegasnya. (*)

Editor : I Dewa Gede Rastana
#ditutup #jembatan kuning #pemeliharaan #dibuka #nusa penida #nusa lembongan