BALIEXPRESS.ID - Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Badung sejak tahun 2017 meraih sejumlah penghargaan.
Terhitung ada 35 penghargaan yang diraih yang tidak terlepas dari tangan dingin kepemimpinannya.
Adalah I Made Agus Aryawan yang berhasil meningkatkan kinerja pelayanan publik dan mampu meraih berbagai penghargaan.
Baca Juga: Koordinator Pos SAR Karangasem Konsisten Jaga Kebugaran: IGN Eka Wyadnyana Ungkan Cara dan Alasannya
Penghargaan yang diraih pun dari tingkat kabupaten, provinsi, hingga nasional.
Penghargaan tersebut pun juga sebagai pemantik semangat dirinya untuk terus bekerja dengan maksimal dan berinovasi.
Agus Aryawan sapaan akrab dari birokrat ini, menyatakan sebelum menjadi Kepala Dinas, ia telah mengabdi di pemerintahan sejak tahun 1998.
Ia mengawali karir sebagai staf di Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Badung.
Hingga akhirnya menjadi Sekretaris Bappeda Badung.
Kemudian sejak 2017, ia diberi tugas lebih besar sebagai Kepala DPMPTSP Badung.
Baca Juga: Kunjungan Wisman ke Bali 2024 Capai 6,3 Juta, Lampaui Target dan Angka Sebelum Pandemi
Lulusan Doktor Ilmu Lingkungan, Universitas Udayana ini pun mengaku, selama menjabat dirinya meraih 35 penghargaan di tingkat kabupaten, provinsi, dan nasional.
Bahkan ada beberapa penghargaan yang berkualifikasi tertinggi.
“Ada yang kualifikasi tertinggi yaitu Prima, ada juga yang predikat gold, ada yang berkinerja A. Demikian pula di tingkat Kabupaten Badung yaitu Mangupura Award kami meraih peringkat pertama tahun 2023,” ujar Agus Aryawan, Kamis (2/1).
Bahkan di akhir 2024, pihaknya menyebutkan, mendapatkan penghargaan dari Kemenpan RB sebagai Penyelenggaraan Mal Pelayan Publik (MPP) katagori Prima.
Penghargaan yang diaraih MPP Kabupaten Badung sebanyak tiga kali berturut-turut.
Selain itu DPMPTSP Badung disebutkan meraih penghargaan katagori Prima sebanyak lima kali berturut-turut.
Atas penghargaan tersebut, Piala Adicita Suaka Pertiwi sukses diraih.
“Satu lagi yang cukup membanggakan, sekitar Agustus 2024 kami meraih penghargaan peringkat I, dalam anugrah layanan investasi (ALI) dari Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), untuk katagori pemerintah kabupaten,” ungkap ayah dari tiga anak tersebut.
Bahkan ada juga sejumlah penghargaan dari lembaga independent.
Banyaknya penghargaan yang diraih ini pun menunjukkan pelayanan, penanaman modal, perizinan dan non perizinan telah dilaksanakan sesuai dengan kaidah-kaidah yang ditetapkan.
“Kami bersyukur, inovasi-inovasi yang kami kembangkan mendapatkan atensi dan apresiasi dari pemerintah daerah, provinsi, hingga pusat sehingga menjadi motivasi untuk terus berkinerja dan berkontribusi mengharumkan nama daerah,” tandasnya. (*)
Editor : Putu Resa Kertawedangga