BALIEXPRESS.ID-Transportasi umum di Bali Bus Trans Metro Dewata resmi dihentikan operasionalnya sejak 1 Januari 2025.
Menyikapi hal ini, Ketua Komisi II DPRD Provinsi Bali, Agung Bagus Pratiksa Linggih menyayangkan hal tersebut.
Baca Juga: Gondongan Mengancam Anak-Anak, Vaksinasi MMR Jadi Kunci
Menurutnya, pemerintah seharusnya menambah layanan transportasi public bukan justru mengurangi.
Meskipun kondisi APBD saat ini sedang defisit sehingga perlu ada efisiensi anggaran namun seharusnya tak membuat TMD dihentikan.
“Aku bakal diskusi dengan teman-teman DPRD untuk bagaimana nanti akan diadakan kembali dengan lebih sempurna,” tulisnya dalam unggahan media sosial dikutip pada Jumat (03/01/2025).
Lebih lanjut pihaknya berharap agar pejabat terkait wajib menggunakan fasiltas Trans Metro Dewata sehingga paham dan tahu apa yang perlu diperbaiki.
“Aku berharap ke depan pejabat terkait wajib mencoba fasiltas secara berkala sebagai rakyat bukan dikawal atau di setting. Jadi paham apa yang perlu diperbaiki sehingga lebih banyak masyarakat terakomodir,”jelasnya.
Sebelumnya, rans Metro Dewata (TMD), resmi berakhir sementara pada Rabu (1/1).
Pengumuman penghentian operasional bus yang akrab disebut "Bus Tayo" itu disampaikan manajemen TMD melalui media sosial.
Keputusan ini menuai pro dan kontra di tengah masyarakat.
Baca Juga: Pengurus Baru KONI Klungkung Siap Tingkatkan Prestasi Olahraga
Berdasarkan pantauan di Sentral Parkir Kuta, bus-bus yang didominasi warna merah-putih ini terparkir rapi.
Yang mana biasanya, bus-bus ini pada siang hari masih lalu-lalang menjemput penumpang.
Menurut Manager Operasional PT Satria Trans Jaya, Ida Bagus Eka Budi membenarkan TMD telah resmi berhenti beroperasi.
Namun, penghentian operasional ini dikatakannya hanya sementara sampai ada keputusan resmi dari pusat.
Editor : Wiwin Meliana