BALIEXPRESS.ID – Operasional Trans Metro Dewata (TMD), transportasi umum andalan Bali yang akrab disebut "Bus Tayo," resmi dihentikan sementara sejak Rabu (1/1).
Gubernur Bali Terpilih 2025-2030, Wayan Koster, menegaskan bahwa pengembalian layanan TMD menjadi salah satu prioritas usai pelantikannya, meskipun ia mengakui bahwa tantangan utama adalah pembiayaan.
"Iya iya (prioritas), cuma uangnya belum ada," ujar Koster saat ditanya mengenai rencana pengembalian TMD, Kamis (9/1).
Baca Juga: Kisah Inspiratif Made Darsana dari Desa Wanagiri; Melestarikan Hutan dan Menghidupkan Kopi
Koster menyebutkan bahwa pengoperasian kembali TMD akan melalui kajian menyeluruh untuk memastikan efektivitas dan efisiensi layanan tersebut.
"Mau dihidupkan, tapi akan dikaji dengan lebih cermat, efektif, efisien," tegasnya.
Terkait pembiayaan, Koster menyatakan bahwa pendanaan akan dilakukan secara kolaboratif antara Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Bali dan APBD kabupaten/kota.
Baca Juga: Bali Siaga Wabah PMK, Pastikan Tak Ada Penyelundupan Hewan Ternak yang Berpotensi Bawa Penyakit
"Sharing nanti, dengan APBD Bali dan APBD kab/kota," jelasnya.
Sebelumnya, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Bali, IGW Samsi Gunarta, TMD diberhentikan karena pemerintah pusat tidak lagi menyediakan pendanaan, sementara Pemprov Bali dan pemerintah kabupaten/kota diminta untuk mengelola.
Namun, Pemprov Bali menyatakan tidak memiliki kapasitas untuk mengambil alih pengelolaan tersebut.
Samsi dalam rilisnya membeberkan, Pemprov Bali sedang menegosiasi dengan Kementerian Perhubungan agar tetap mengalokasikan pendanaan untuk layanan Trans Metro Dewata, bekerja sama dengan pemerintah kabupaten/kota.
Baca Juga: Koster-Giri Resmi Ditetapkan sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Bali Terpilih 2025-2030
Selama ini, penganggaran layanan berasal dari APBN, dan penghentian dana sepenuhnya merupakan kebijakan Kementerian Perhubungan RI.(***)
Editor : Rika Riyanti