BALIEXPRESS.ID- Pemkab Bangli berencana menyerahkan aset Bangli Sport Center ke Pemprov Bali.
Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta mengungkapkan bahwa dirinya telah berdiskusi dengan Gubernur Bali terpilih, Wayan Koster, terkait rencana tersebut.
Sedana Arta menegaskan bahwa langkah ini diambil demi pemerataan pembangunan di Bangli selama masa kepemimpinannya.
Berdasarkan rancangan awal, Bangli Sport Center yang pembangunannya baru selesai tahap pertama, membutuhkan anggaran total minimal sebesar Rp650 miliar.
Pembangunan fasilitas ini dilakukan secara bertahap, dengan tahap pertama yang telah selesai pada 2024.
“Sesuai rencana akan kami serahkan menjadi Bali Sport Center. Harapan kami ke depan, tentu ini akan dibangun oleh Provinsi Bali. Sehingga APBD Bangli tidak perlu kami alokasikan lagi untuk pembangunan sport center," terang Sedana Arta ditemui Kamis (9/1/2024).
Besarnya anggaran yang dibutuhkan untuk pembangunan tersebut disebabkan oleh rencana penyediaan berbagai fasilitas olahraga dan pendukungnya.
Sport center yang berlokasi di Kota Bangli ini juga dirancang dengan standar bertaraf internasional.
“Kebetulan juga Bali belum memiliki sport center,” tegas Sedana Arta soal alasan lain Pemkab Bangli ingin menyerahkan aset itu ke Pemprov Bali.
Meski nantinya menjadi milik Pemprov Bali, Sedana Arta menegaskan bahwa pembangunan tersebut tetap ditujukan untuk kepentingan masyarakat Bangli.
Ia menekankan bahwa Bangli adalah bagian dari Bali. "Kan tempatnya di Bangli. Kita mau pakai untuk apa saja pasti untuk masyarakat Bangli. Bangli adalah adalah bagian dari masyarakat Bali. Jadi harapan kita mulai ada pemerataan pembangunan," tandas Sedana Arta.
Seperti diketahui, Pemkab Bangli telah membangun sport center secara bertahap sejak 2022, dimulai dengan pengadaan lahan.
Pengadaan lahan tahap pertama mencakup luas 4,262 hektare dengan anggaran dari APBD Bangli sebesar Rp18,77 miliar.
Namun, lahan seluas itu belum cukup. Pada 2023, Pemkab Bangli kembali mengalokasikan APBD sebesar Rp2,9 miliar untuk pengadaan lahan tambahan seluas 7.820 m².
Kepala Bidang Pemuda dan Olahraga Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Bangli I Gusti Ngurah Alit menyebutkan pembangunan fisik tahap pertama dilaksanakan pada tahun 2024.
Proyek ini dikerjakan oleh PT. Sanur Jaya Utama dengan anggaran sebesar Rp29,1 miliar.
Anggaran tersebut mencakup pembangunan lapangan sepak bola dan fasilitas lainnya, serta pematangan lahan.
Sumber dana untuk pembangunan ini berasal dari Bantuan Keuangan Khusus (DAK) Pemkab Badung.
Pada saat itu, Pemkab Badung mengucurkan anggaran sebesar Rp30 miliar untuk mendukung proyek tersebut.
“BKK itu untuk pembangunan dan pengawasan,” sebut Alit. (*)
Editor : I Made Mertawan