BALIEXPRESS.ID - Laksmi Shari De Neefe Suardana, perempuan asal Gianyar, Bali, adalah sosok inspiratif.
Tidak hanya cantik, tapi juga punya segudang talenta dan kepedulian sosial.
Lahir di Melbourne, Australia, pada 26 Januari 1996, Laksmi dikenal sebagai model, desainer pakaian, aktris.
Dia juga sebagai aktivis UNICEF sekaligus penulis yang punya perhatian besar terhadap dunia literasi dan pendidikan anak-anak.
Nama Laksmi mulai bersinar saat ia memenangkan gelar Puteri Bali 2022.
Kemenangan ini membuka jalannya untuk mewakili Bali di ajang Puteri Indonesia 2022.
Dengan kepribadian yang cerdas, penampilan yang anggun, dan visi yang kuat, Laksmi berhasil mengalahkan kontestan dari seluruh Indonesia dan dinobatkan sebagai Puteri Indonesia 2022.
Nggak berhenti sampai di situ, Laksmi juga membuat Indonesia bangga di panggung internasional.
Pada Januari 2023, ia tampil di ajang Miss Universe 2022 yang digelar di New Orleans, Amerika Serikat.
Sebagai satu-satunya wakil Indonesia, Laksmi tampil memukau di malam grand final pada 14 Januari 2023.
Lewat ajang ini, ia berhasil memperkenalkan budaya Indonesia sekaligus menyuarakan misi sosialnya ke dunia.
Laksmi nggak cuma berprestasi di dunia pageant, tapi juga punya latar belakang pendidikan yang luar biasa.
Kecintaannya pada dunia fashion membawanya kuliah di Fashion Business Polimoda, Florence, Italia.
Ia lulus dengan predikat cumlaude pada 2020 dan mendapatkan gelar Bachelor of Fashion Business.
Selain itu, Laksmi juga menyelesaikan pendidikan di Royal Melbourne Institute of Technology (RMIT), Australia, dengan gelar Bachelor of Design Honours in Fashion Design.
Saat ini, ia bekerja sebagai Marketing Manager di Casa Luna Bali Group, perusahaan yang mempromosikan budaya Bali lewat kuliner dan seni.
Sebagai aktivis, Laksmi punya kepedulian besar terhadap literasi dan pendidikan di Indonesia.
Menurutnya, literasi adalah kunci untuk meningkatkan kualitas hidup, terutama buat generasi muda.
Lewat berbagai kegiatan kerelawanan, Laksmi berusaha mengajak masyarakat untuk lebih peduli pada pentingnya membaca dan dunia sastra.
Salah satu inisiatifnya adalah mendukung program-program literasi yang menyediakan buku dan akses pendidikan untuk anak-anak di daerah terpencil.
Sebagai penulis, Laksmi juga menuangkan ide-idenya dalam karya yang menginspirasi dan mendidik.
Dalam perannya sebagai aktivis UNICEF, ia terus memperjuangkan hak anak-anak untuk mendapatkan pendidikan yang layak.
Laksmi percaya bahwa setiap anak punya hak untuk bermimpi besar dan mendapatkan pendidikan yang baik. Ia aktif dalam kampanye literasi yang bertujuan memberdayakan anak-anak dan komunitas lewat buku dan pendidikan.
Dalam berbagai kesempatan, ia sering menekankan pentingnya kerja sama antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta untuk menciptakan lingkungan yang mendukung literasi.
Dengan semangat dan dedikasinya, Laksmi Shari De Neefe Suardana adalah bukti nyata bahwa kecantikan sejati bukan cuma soal penampilan, tapi juga tentang kepedulian terhadap sesama dan usaha untuk membawa perubahan positif.
Ia adalah contoh nyata perempuan muda Indonesia yang inspiratif, berbakat, dan peduli pada masa depan bangsa.(*)
Editor : Nyoman Suarna