Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Cok Ace Suarakan Permintaan Asosiasi Pariwisata Bali, Harapkan Jadi Mitra Pemprov dan DPRD

Rika Riyanti • Selasa, 14 Januari 2025 | 22:28 WIB

 

Cok Ace mengaku siap mendukung pasangan Koster-Giri pada Pilkada Bali 2024
Cok Ace mengaku siap mendukung pasangan Koster-Giri pada Pilkada Bali 2024

 

 

BALIEXPRESS.ID – Asosiasi pariwisata di Bali meminta agar dilibatkan sebagai mitra Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali dan DPRD Bali untuk menyelesaikan berbagai persoalan yang tengah dihadapi.

Permintaan tersebut disampaikan dalam pertemuan antara stakeholder pariwisata dengan Ketua DPRD Bali, Dewa Made Mahayadnya alias Dewa Jack, pada Senin (13/1). 

Ketua PHRI Bali, Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati, mengungkapkan bahwa partisipasi asosiasi sangat penting untuk membantu pemerintah menyelesaikan masalah seperti kemacetan, banjir, sampah, hingga over concreted di Bali.

Baca Juga: Hujan Deras Picu Longsor, 3 Warga Tewas Tertimbun, 13 Masuk Rumah Sakit: Tim Masih Melakukan Pencarian Korban Lain

“Pertama adalah bagaimana menjadikan asosiasi ini sebagai mitra pemerintah termasuk juga dengan DPRD. Jadi, apa yang menjadi program-program pemerintah kiranya kami bisa ikut memberikan masukan setidak-tidaknya bisa mengurangi permasalahan di Bali,” kata pria yang akrab disapa Cok Ace ini.

Pria kelahiran Gianyar, 23 Agustus 1957, ini menjelaskan bahwa berbagai masalah seperti kemacetan, banjir, sampah, dan over concreted di Bali merupakan dampak dari persoalan yang lebih besar.

Ia juga menyoroti pentingnya penerapan sanksi pada Perda Nomor 5 Tahun 2020, yang dinilai sudah baik karena mengatur masuknya industri-industri ke dalam asosiasi terkait.

Baca Juga: Jenazah Pria Ditemukan Mengapung di Perairan, Kartu Anggota BIN dan TNI Berpangkat Brigjen Jadi Kecurigaan

“Sekian ribu perusahaan di Bali yang terdaftar sekitar 400 usaha. Artinya tidak terkontrol jadinya mereka kalau kita menanyakan suplai dan demand apakah di Bali sudah seimbang, apakah sudah cocok antara suplai dan demand-nya, kami sebagai asosiasi tidak bisa menjawab,” tuturnya. 

Kemudian jika ada pertanyaan apakah arah marketnya sesuai dengan kebutuhan Bali pihak asosiasi pun juga tidak bisa menjawab sebab tak pernah dilibatkan.

“Andai kata dari awal kami bisa dilibatkan sama-sama dengan proses pemberian izin. Artinya kami ikut kedepannya dalam hal operasional kemudian setelah mereka berdiri tentu kami yang paling terlibat, yang paling tahu perkembangan, nanti perbandingan harga atau melakukan kegiatan-kegiatan di luar pada etika budaya kita. Ini harapan kita kedepan kalau mereka bisa bergabung dibawah satu asosiasi,” ungkapnya.  

Pada kesempatan yang sama, Ketua DPRD Bali, Dewa Made Mahayadnya alias Dewa Jack mengatakan untuk menindaklanjuti hal ini, pihaknya akan mengadakan pertemuan selanjutnya untuk bisa diberikan masukan dalam urusan perda atau regulasi.

“Poinnya mereka ingin keberadaan mereka dalam dunia pariwisata ingin dapat perhatian dari pemerintah lebih lagi dan anggaran kemungkinan support mereka menjalankan asosiasi. Mungkin ada sebelumnya (anggaran) mungkin belum mencukupi, yang kekal itu perubahan Bali sudah berubah,” katanya.

Sebelumnya, mengulas singkat profil seorang Cok Ace, Cok Ace bernama lengkap Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati.

Baca Juga: DJ Cantik Asal Australia Meninggal Setelah Terjatuh dari Balkon Hotel di Kuta Bali

Ia adalah seorang tokoh serba bisa yang berasal dari Gianyar, Bali.

Lahir pada 23 Agustus 1957, ia merupakan politikus, ilmuwan, sekaligus budayawan yang telah memberikan kontribusi besar bagi Bali.

Dalam karier politiknya, Cok Ace dikenal sebagai Wakil Gubernur Bali periode 2018–2023, mendampingi Gubernur I Wayan Koster setelah memenangkan Pilgub Bali 2018.

Baca Juga: Lagi, Aksi Keributan Terjadi di Jalan Dewi Sri Kuta, Kali Ini Libatkan Sejumlah Remaja

Sebelumnya, ia juga pernah menjabat sebagai Bupati Gianyar pada periode 2008–2013, di mana ia memfokuskan diri pada pengembangan pariwisata dan pelestarian budaya.

Sebagai kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), ia menjadi salah satu figur politik yang dihormati di Bali.

Pendidikan Cok Ace sangat beragam dan mencerminkan komitmennya terhadap penguasaan ilmu.

Baca Juga: KEREN! Kurangi Limbah Tekstil, Baju Bekas Disulap Jadi Tas Belanja Ramah Lingkungan

Ia menamatkan pendidikan dasar di Ubud sebelum melanjutkan ke SMA Katolik Swastiastu Denpasar.

Ia juga pernah menimba ilmu di Teaching English Laboratory Sydney, Australia.

Gelar sarjana S1 di bidang Arsitektur ia raih dari Universitas Udayana, di mana ia juga melanjutkan pendidikan S2 dan S3 dalam kajian budaya di Fakultas Sastra universitas yang sama.

Latar belakang akademiknya ini memberikan dasar kuat bagi perannya sebagai pemimpin, terutama dalam melestarikan budaya Bali.

Di bidang seni dan budaya, Cok Ace memiliki bakat luar biasa.

Salah satu wujudnya adalah kemampuannya sebagai penari tradisional dalam pementasan Calon Arang, di mana ia membawakan lakon topeng Sidakarya.

Baca Juga: Kemenag Klungkung Serahkan SK Perpanjangan Kontrak PPNPN Tahun 2025

Seni pertunjukan ini bukan hanya menunjukkan keahlian seninya, tetapi juga mencerminkan kedekatannya dengan tradisi sakral Bali.

Sebagai seorang pemimpin, Cok Ace aktif dalam berbagai organisasi strategis.

Ia menjabat sebagai Ketua Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bali selama dua periode, memimpin Forum Pengembangan Kawasan Strategis Ubud, hingga menjadi Konsul Kehormatan Malaysia untuk Bali.

Baca Juga: Aksi Pencurian Helm Terekam CCTV di Tabanan, Pelaku Gunakan Sepeda Motor Tanpa Plat

Ia juga terlibat dalam pelestarian budaya melalui Bali Heritage Trust dan Yayasan Ratna Warta.

Dalam sektor pariwisata, perannya sebagai Wakil Ketua Bali Tourism Board dan Penasehat Masyarakat Pariwisata Indonesia (MPI) Bali turut memperkuat posisi Bali sebagai destinasi wisata dunia.

Dengan segala kiprahnya, Cok Ace adalah sosok yang merepresentasikan harmoni antara tradisi dan modernitas.

Baca Juga: Profil Ketua PHDI Klungkung I Putu Suarta, Dedikasi untuk Membantu Umat Hindu Tanpa Pamrih

Kepiawaiannya di bidang seni, latar belakang akademik yang kuat, serta komitmennya terhadap pengembangan pariwisata dan pelestarian budaya menjadikannya salah satu tokoh penting dalam menjaga kejayaan Bali.(***)

KERJA SAMA: Dari kiri, Hengkie Porawouw, Ika Iskandar Itamurti, Sonya Tobing, dan Yusuf Seto.
KERJA SAMA: Dari kiri, Hengkie Porawouw, Ika Iskandar Itamurti, Sonya Tobing, dan Yusuf Seto.
Editor : Rika Riyanti
#COK ACE #bali #pariwisata #dprd bali