BALIEXPRESS.ID - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali memastikan tidak akan mengadakan lomba ogoh-ogoh pada perayaan Nyepi Saka 1947 tahun 2025.
Keputusan ini diambil berdasarkan hasil evaluasi, di mana penyelenggaraan lomba akan diserahkan kepada masing-masing kabupaten/kota.
Kepala Dinas Kebudayaan Bali, I Gede Arya Sugiartha, menjelaskan bahwa lomba ogoh-ogoh ditiadakan berdasarkan hasil evaluasi.
Pemprov Bali rutin menggelar lomba ini sejak 2019, kecuali pada 2020 dan 2021 akibat pandemi, serta pada 2024 karena berdekatan dengan Pemilu.
“Berdasarkan hasil evaluasi penyelenggaraannya diserahkan ke masing-masing kabupaten/kota,” ujar Arya Sugiartha, Rabu (15/1).
Arya Sugiartha menyatakan bahwa lomba ogoh-ogoh lebih efektif jika diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten/Kota.
Pemprov Bali akan fokus pada kegiatan budaya seperti Pesta Kesenian Bali dan Festival Seni Bali Jani.
Ia membantah anggapan bahwa lomba ogoh-ogoh ditiadakan karena alasan anggaran, meskipun alokasi anggaran tahun 2023 mencapai Rp3 miliar.
"Memang karena hasil rapat evaluasinya seperti itu," katanya.
Untuk diketahui, lomba ogoh-ogoh Pemprov Bali terakhir digelar tahun 2023.
Gubernur Bali memberikan penghargaan bagi para juara dengan rincian 9 Terbaik I tingkat Kabupaten/Kota se-Bali masing-masing memperoleh penghargaan berupa uang sebesar Rp 50.000.000 dan piagam penghargaan, 9 Terbaik II tingkat Kabupaten/Kota se-Bali masing-masing memperoleh penghargaan berupa uang sebesar Rp 35.000.000 dan piagam penghargaan, 9 Terbaik III tingkat Kabupaten/Kota se-Bali masing-masing memperoleh penghargaan berupa uang sebesar Rp 25.000.000 dan piagam penghargaan.
Selain penghargaan tersebut, 3 nominasi terbaik masing-masing Kecamatan se-Bali (selain yang mendapat peringkat terbaik I, II, dan III di Kabupaten/Kota) memperoleh hadiah uang masing-masing sebesar Rp 5.000.000 dan piagam penghargaan.
Baca Juga: Jambret Iphone Bule Australia di Seminyak, Pria Jember Dibekuk, Akui Sudah 3 Kali Beraksi
Sementara, untuk unsur penilaian dari Lomba Ogoh-ogoh Tahun 2023 meliputi Estetika (tema, bahan, konstruksi, anatomi/proporsi, ekspresi, dan kreativitas), Etika (busana, gelungan, pepayasan), dan Religius (sumber sastra, nilai-nilai filosofis).(***)
Editor : Rika Riyanti