Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Duka Keluarga Korban Longsor di Desa Pikat; Mudiana Hanya Minta Canang Sebelum Pergi ke Pasraman

I Dewa Gede Rastana • Senin, 20 Januari 2025 | 22:09 WIB
(Kiri)Adik korban I Ketut Surata. (Kanan) Istri korban I Wayan Mudiana.
(Kiri)Adik korban I Ketut Surata. (Kanan) Istri korban I Wayan Mudiana.

BALIEXPRESS.ID - Duka mendalam dirasakan Nengah Lastra, 54, warga Dusun Glogor, Desa Pikat, Kecamatan Dawan, Klungkung.

Bagaimana tidak, sang kakak I Ketut Surata menjadi salah satu korban meninggal dunia pada musibah longsor di Banjar Cempaka, Desa Pikat, Kecamatan Dawan, Klungkung, Minggu (19/1/2025).

Ditemui di Bale Banjar Cempaka, Lastra mengaku tidak mengetahui pasti soal aktifitas sang kakak di pasraman tersebut. "Ujung pangkalnya saya tidak tahu, karena kakak saya tinggal di Denpasar dan jarang pulang kampung. Tahu-tahu dapat kabar kakak saya meninggal," ujarnya Senin (20/1/2025).

Ditambahkannya jika informasi mengenai kakaknya yang menjadi korban longsor diketahui dari prajuru adat dan desa yang langsung datang ke rumahnya. "Saya langsung dicari ke rumah dan diajak ke rumah sakit," lanjutnya.

Atas peristiwa tersebut, keluarganya kini sedang menyiapkan upakara untuk upacara penguburan almarhum kakaknya. "Nanti langsung dilakukan penguburan ," tandasnya.

I Ketut Surata menjadi salah satu korban meninggal dunia, selain I Wayan Nata, I Nengah Mertayasa, dan I Wayan Mudiana asal Desa Pesinggahan.

Untuk korban luka ringan diantaranya I Ketut Mumbul, dan I Wayan Kicen asal Desa Pesinggahan.

Dan korban luka berat atas nama I Gusti Made Ariasa asal Beringkit, Badung yang mengalami patah kaki, tangan dan tulang punggung.

"Untuk pasien I Wayan Kicen sudah pulang, sedangkan Ketut Mumbul dan Gusti Made Ariasa harus menjalani operasi karena mengalami patah tulang. Ada patah tangan, kaki, dan cedera kepala," ujar Humas RSUD Klungkung, I Gusti Putu Widiyasa.

Sedangkan untuk korban meninggal dunia, I Ketut Surata saat ini masih berada di ruang jenazah.


Duka yang mendalam juga dirasakan keluarga I Wayan Mudiana di Banjar Timbul, Desa Pesinggahan, Senin (20/1/2025). Mudiana juga merupakan korban meninggal dunia dalam musibah longsor tersebut.

Istri almarhum, Ni Nengah Rengkig, bahkan terus menangis sejak menerima kabar duka tersebut. Ia mengaku mengetahui musibah tersebut melalui telepon pada hari kejadian.

"Kemarin saya tahu ada musibah dari HP. Saya tidak menyangka suami saya menjadi korban," kata Rengkig dengan isak tangis.

Rengkig menceritakan bahwa sebelum kejadian, suaminya sempat meminta canang. Namun, ia tidak mengetahui tujuan Mudiana saat itu.

"Dia hanya minta canang, tapi tidak bilang mau kemana atau dengan siapa," ujarnya sambil meneteskan air mata.

Ia juga mengaku tidak mengetahui bahwa suaminya mengikuti kegiatan spiritual di Pasraman Tirta Sari, Desa Pikat. Menurutnya, Mudiana tidak pernah bercerita terkait aktivitas tersebut.

Mudiana yang sehari-harinya bekerja sebagai buruh bangunan pergi dengan meninggalkan seorang istri dan tiga anak. Salah satu anaknya telah menikah, sementara dua lainnya masih membutuhkan perhatian dan dukungan keluarga. (*)

Editor : I Dewa Gede Rastana
#duka #korban #klungkung #jenazah #meninggal dunia #longsor