BALIEXPRESS.ID - Kecelakaan tunggal yang diakibatkan oleh pengendara yang tidak bisa menguasai kendaraannya, kembali terjadi di jalur tengkorak Tabanan, tepatnya di Banjar Dinas Megarti Klod, Desa Megati Kecamatan Selemadeg Timur Kabupaten Tabanan.
Kapolsek Selemadeg Timur AKP I Nyoman Artadana, Minggu (26/1), menjelaskan kecelakaan terjadi pada Sabtu lalu (25/1/2025).
"Adapun kendaraan yang terlibat kecelakaan adalah satu unit Truk Isuzu dengan nomor polisi AA-9058-EE, yang dikemudikan oleh Kukuh Gani Setiawan,31, asal Temanggung Jawa Tengah," jelasnya.
Dilanjutkan Kapolsek Artadana, akibat kecelakaan tersebut, menyebabkan sebuah warung yang ada di pinggir jalan rusak karena diseruduk truk.
Adapun kronologi kecelakaan dijelaskan AKP. Artadana, dari keterangan saksi disebutkan, sebelum kecelakaan terjadi, tuck Isuzu tersebut datang dari arah barat (arah Gilimanuk) menurut ke timur (arah Denpasar).
Sesampainya di lokasi kejadian, truk mencoba mendahului kendaraan di depannya. Namun, dari arah berlawanan (arah Denpasar) datang truk lain yang tidak diketahui identitasnya melaju dengan kecepatan sedang.
Untuk menghindari tabrakan, pengemudi truk membanting setir ke kiri hingga kendaraan oleng dan terbalik, bagian depan truk kemudian menimpa emperan warung.
Adapun warung yang tertimpa truk diketahui milik I Made Adi Asta (44), warga Banjar Dinas Megati Kelod, Desa Megati. Bagian depan warung rusak parah, dengan total kerugian diperkirakan mencapai Rp 35 juta.
Selain itu, dua pengontrak warung juga mengalami kerugian akibat insiden ini. Mereka adalah Nur Hayati, 34, warga asal Banyuwangi, Jawa Timur, mengalami kerusakan pada dua rombong beserta isinya dengan kerugian Rp 50 juta.
Kerugian juga dialami Aceng Gunawan 50, warga Abian Tuwung, Kecamatan Kediri, Tabanan, melaporkan kerusakan dua kursi sofa dengan kerugian Rp500 ribu. Sementara pengemudi truk selamat tanpa luka serius.
“Personel sudah ke lokasi kejadian melaksanakan pengaturan lalin agar tidak terjadi kemacetan. Sedangkan truk yang jatuh menimpa warung sudah kami evakuasi dengan ditarik menggunakan dua truk lain,” tambah Artadana. (*)