BALIEXPRESS.ID-Wisatawan mancanegara yang kerap berbuat ulah di Pulau Dewata siap mendapatkan perhatian khusus dari Gubernur Bali terpilih, Wayan Koster, dan Wakil Gubernur Nyoman Giri Prasta.
Duet yang akan memimpin Bali selama periode 2025-2030 ini berkomitmen untuk membersihkan Bali dari turis nakal dan berbagai persoalan mendesak lainnya.
Koster, yang sebelumnya menjabat sebagai Gubernur Bali pada periode 2018-2023, dan Giri Prasta, Bupati Badung dua periode, menegaskan bahwa mereka tidak akan main-main dalam menangani isu yang merusak citra Bali.
Dalam wawancara dengan awak media pada Jumat, 24 Januari 2025, Koster mengungkapkan bahwa timnya telah bekerja keras sebulan sebelum pelantikan resmi pada 6 Februari 2025, untuk merumuskan langkah-langkah cepat yang akan segera diambil untuk mengatasi masalah mendesak di Bali.
"Saya sudah sebulan bekerja, tak perlu formal ada tim transisi, saya sudah punya tim yang diajak kerja untuk merumuskan hal-hal mendesak yang harus saya lakukan saat ini," ujar Koster.
Baca Juga: Nyoman Parta Kritisi Perubahan Nama Pantai Serangan Jadi Pantai Kura-Kura Bali
Menurutnya, setelah pelantikan, ia dan Giri Prasta akan segera bergerak cepat menangani isu-isu krusial, termasuk kebijakan yang dapat diterapkan dengan biaya minimal namun berdampak besar.
Salah satu fokus utama Koster dan Giri Prasta adalah membersihkan Bali dari wisatawan nakal yang sering berulah, seperti yang sering terlihat dalam tindakan buruk turis yang berkendara motor sembarangan, terlibat dalam praktik prostitusi yang disamarkan melalui spa, serta melakukan kegiatan ilegal lainnya.
Mereka juga berkomitmen untuk menanggulangi masalah seperti vila ilegal, kemacetan, sampah, dan kelangkaan air bersih, yang dianggap sebagai persoalan urgent yang harus segera diatasi.
"Saya tak ingin lagi turis berulah nakal pakai sepeda motor. Tak ingin lagi ada spa pakai prostitusi, tak ingin lagi ada vila ilegal, dan turis yang kerja-kerja ilegal. Persoalan macet, sampah, dan air bersih menjadi hal mendesak harus segera diatasi," tegas Koster.
Selain menangani isu-isu mendesak, Koster dan Giri Prasta juga akan fokus pada program-program yang tercantum dalam visi misi mereka, terutama yang berkaitan dengan pembangunan Bali untuk masa depan.
Salah satu program utama adalah pembangunan Bali untuk 100 tahun mendatang, dengan landasan visi "Nangun Sat Kerthi Loka Bali," yang bertujuan untuk menjaga dan merawat Bali sebagai pusat kebudayaan dan pariwisata dunia.
"Di luar program prioritas dan urgent ini, saya akan fokus pada program Bali 100 tahun kedepan," tambah Koster, yang juga menjabat sebagai Ketua DPD PDI Perjuangan Bali.
Dengan pengalaman dan komitmen yang kuat, pasangan Koster-Giri Prasta siap membawa Bali menuju masa depan yang lebih baik, lebih tertata, dan lebih aman bagi semua pihak.
Editor : Wiwin Meliana