BALIEXPRESS.ID-Politisi sekaligus advokat Gede Pasek Suardika turut menyoroti video keluhan nelayan yang menyebutkan bahwa laut di Pulau Serangan diberi pembatas.
Dalam video yang beredar luas di media sosial, terlihat seorang nelayan ke tengah laut menggunakan boat.
Baca Juga: Berasal dari Kata ‘Sire’ dan ‘Angen’, Ini Fakta Sejarah Pulau Serangan yang Kini Menjadi Sorotan
Saat di tengah laut, nelayan bertemu dengan nelayan lain yang tidak leluasa untuk mencari ikan.
Hal tersebut lantaran Kawasan tersebut telah dipasangi dengan pelampung.
Namun belum diketahui secara pasti apa fungsi pembatas tersebut.
Baca Juga: Nelayan di Serangan Meradang, Laut Diberi Pembatas Pelampung, Warga Akui Tak Boleh Masuk
Meski tak diketahui fungsinya, namun sejumlah nelayan tak diizinkan untuk masuk ke wilayah laut yang sudah diberi pembatas tersebut.
Terkait hal tersebut, Gede Pasek Suardika pun turut berkomentar.
Pihaknya berharap di Bali masih ada pemerintahan yang mau mengurusi masalah tersebut.
Ia pun membandingkan dengan pagar bambu di laut Banten yang sudah dibongkar.
Baca Juga: VIRAL! Bentrok Antar Suporter Terjadi Usai Pertandingan Futsal di Buleleng, Tuai Kecaman Warganet
Menurutnya, pembatasan pagar tersebut merupakan tahap awal adanya reklamasi.
“Di Jakarta ada pagar bambu untuk tahap awal reklamasi dan di Bali ada pagar untuk menghalangi masyarakat masuk ke teluk untuk memancing dan lainnya,” tulis Pasek Suardika melalui akun media sosialnya.
Pihaknya pun mempertanyakan mengapa di Bali pembatas laut tersebut belum berani di bongkar.
“Di Jakarta sudah dibongkar oleh TNI KKP dan Nelayan. Di Bali kok masih anteng saja ya?” tanyanya.
Editor : Wiwin Meliana