BALIEXPRESS.ID - Program insentif kepada masyarakat Kabupaten Badung menjelang hari raya keagamaan saat ini mulai dilakukan pendataan.
Program besutan Bupati dan Wakil Bupati Badung terpilih I Wayan Adi Arnawa-Bagus Alit Sucipta (Adicipta) ini ternyata tidak diberikan kepada seluruh Kepala Keluarga.
Sebab program Rp 2 Juta per KK ini dalam pelaksanaan awal ada pembatasan pemberian bantuan.
Baca Juga: Viral LC di Banyuwangi Diberi Pelatihan dan Sertifikat, Tuai Pro dan Kontra Warganet
Sekda Badung, Ida Bagus Surya Suamba mengatakan, programninsentif berkenaan dengan hari raya, saat ini telah dilakukan penelusuran database masyarakat.
Nantinya data tersebut akan menjadi patokan dalam pemberian insentif.
“Sehingga di awal hingga pertengahan Februari disini akan sudah selesai dan nanti akan kami cleansing datanya,” ujar Surya Suamba usai pelantikan dirinya, Kamis (30/1).
Baca Juga: Kang Ayi Astaman: Konten Kreator dan Pengusaha yang Mengangkat Budaya Suku Badui
Selain penelusuran data tersebur, pihaknya juga menyebutkan, saat ini perartuan bupati (Perbup) juga sedang dalam proses penetapan.
Dalam Perbup tersebut juga akan mengatur siapa saja yang berhak mendapatkan insentif menjelang hari raya tersebut.
“Sehingga siapa-siapa yang memang berdasarkan ketentuan diperkenankan untuk diberikan bantuan nanti akan dicairkan sesuai dengan data yang ada,” ungkapnya.
Untuk penerima insenitf, Surya Suamba mengungkapkan, di tahun pertama hanya dapat diberikan kepada masyarakat yang memiliki penghasilan Rp 5 juta ke bawah.
Kemudian program insentif Rp 2 juta per KK ini juga ditiadakan untuk PNS, TNI, dan Polri.
Namun disingung terkait KK miskin yang telah mendapatkan bantuan lainnya, ia menilai hal ini masih akan dilakukan kajian.
“Tentunya menurut hemat saya itu tetap bisa dibantu. Mengingat programnya adalah insentif berkenaan dengan stabisasi pada saat hari raya keagamaan,” jelas mantan Kadis PUPR Badung teraebut.
Seperti diketahui, pasangan Bupati dan Wakil Bupati Badung terpilih, Adicipta memiliki program unggulan.
Salah satunya yang tercantum dalam visi-misi yakni memberikan bantuan sebesar Rp 2 juta per KK di Gumi Keris.
Program ini akan diberikan untuk menjamin daya beli masyarakat menjelan hari raya keagamaan.
Sebab sering terjadi kenaikan harga saat mendekati hari raya keagamaan. (*)
Editor : Putu Resa Kertawedangga