Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Viral, Geng WNA Pakai Baju Polisi Culik dan Rampas Aset Krypto Rp 3,2 M Milik Bule Ukraina di Bali

I Gede Paramasutha • Jumat, 31 Januari 2025 | 01:20 WIB
GENG: Tangkapan layar video segerombolan orang memakai baju polisi diduga memaksa seseorang masuk ke mobil.
GENG: Tangkapan layar video segerombolan orang memakai baju polisi diduga memaksa seseorang masuk ke mobil.

BALIEXPRESS.ID - Seorang bule asal Ukraina inisial I, 48, diduga jadi korban penculikan dan pemerasan disertai pengeroyokan di kawasan Kuta Selatan, Badung pada 15 Desember 2024.

Pelakunya disinyalir adalah geng yang juga terdiri dari warga negara asing (WNA).

Kejadian tersebut viral di media sosial dan dinilai dapat mencoreng citra keamanan pariwisata di Bali.

Informasi yang Bali Express Jawa Pos Grup peroleh, korban telah melaporkan kasus itu ke Polda Bali.

Dalam video yang beredar di media sosial, terdengar bunyi dentuman beberapa kali.

Selain itu, tampak serpihan yang disinyalir berasal dari kaca mobil yang pecah.

Berikutnya, korban dipaksa masuk ke mobil para terlapor, sembari diborgol dan disiksa.

Dia sempat dibawa ke sebuah villa kawasan Jimbaran, kemudian pindah ke Ubud Gianyar.

"Kelompok itu juga memaksa korban untuk menyerahkan akses akun krypto dan mengambil dana di sana senilai 214.424 USD atau Rp 3,2 miliar," beber sumber.

Saat disekap di Ubud, I dapat kabur menyelamatkan diri dan setelah itu dibantu oleh warga sekitar.

Dikonfirmasi mengenai masalah tersebut, Kabid Humas Polda Bali Kombespol Ariasandy membenarkan ada bule Ukraina dugaan tindak pidana secara bersama-sama melakukan kekerasan terhadap seseorang dan pemerasan sebagaimana dimaksud Pasal 170 dan 368 KUHP.

"Terlapor ada sembilan orang WNA, dari Rusia, Uzbekistan dan Ukraina, kerugian korban yaitu dipaksa menyerahkan dana krypto senilai 214.424 USD, Polda Bali menjadikan kasus ini atensi, betul-betul eager (ingin, red) untuk mengungkapnya," ujarnya, Kamis 30 Januari 2025.

Kasus ini disebut masih dalam tahap penyelidikan oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum).

Pihaknya pun terus berkomunikasi dengan pelapor. Ada tiga SP2HP yang sudah dikirimkan dan kepolisian sudah lakukan pra rekonstruksi dua kali di TKP.

Selain itu, Polda Bali juga berkoordinasi dengan Hubinter Mabes Polri dan konsulat masing-masing terlapor.

Panggilan untuk meminta keterangan sudah dilayangkan kepada para terlapor melalui konsulat tersebut sebanyak dua kali, tapi sampai saat ini mereka belum hadir.

"Mudah mudahan mereka koperatif bisa datang dimintai keterangan dan kasus ini bisa terungkap, kalau mereka tetap tidak hadir, ada mekanisme lanjutannya," pungkasnya. (*)

Editor : Nyoman Suarna
#bali #geng #culik #baju #wna #viral #bule #krypto #ukraina #Polisi