Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Visual Mirip Dewa Siwa Muncul di Atlas, Dewan Badung Geram

Putu Resa Kertawedangga • Senin, 3 Februari 2025 | 02:36 WIB
VIRAL : Visual yang mirip Dewa Siwa yang ditampilkan di Atlas Super Club, Desa Tibubeneng, Kecamatan Kuta Utara.
VIRAL : Visual yang mirip Dewa Siwa yang ditampilkan di Atlas Super Club, Desa Tibubeneng, Kecamatan Kuta Utara.

 

BALIEXPRESS.ID - Beredar video adanya pemutaran visual diduga mirip Dewa Siwa yang berlangsung di Atlas Super Club.

Cupilkan videonya pun viral di media sosial, lantaran dengan musik kencang. Seolah hal ini pun telah menistakan simbol Agama Hindu. Pemutaran video ini pun membuat Anggota DPRD Badung, I Wayan Puspa Negara geram.

Puspa menyatakan, dunia entertainment hendaknya jangan mencampuradukan hiburan dengan simbol dan nilai budaya. Apalagi menggunakan simbol yang menjadi keyakinan masyarakat Bali.

“Dalam mengekplorasi dan menampilkan daya tarik, ikon dan sejenisnya barus hati-hati, karena hal-hal itu sangat sensitif menyangkut simbol-simbol keyakinan, kesakralan apalagi yg disucikan,” tegasnya.

Politisi asal Legian ini pun meminta, simbol agama selayaknya tidak dijadikan daya tarik pada tempat yang tidak sesuai. Sebab ia menyebutkan, dapat menyinggung psikologi sosial masyarakat.

“Sebaiknya hentikan pemakaian simbol-simbol keyakinan kesakralan dan kesucian hanya untuk hiburan semata. Apalagi club baik day club, beach club, maupun night club,” jelasnya.

Puspa Negara kembali menegaskan agar, PHDI dan pemerintah daerah agar segera mewarning keras managemen pelaksana club tersebut.

Sementara, Media Relation Atlas Bech Club, Bayu Adi membenarkan adanya penanyangan visual yang diduga mirip Dewa Siwa. Namun saat ini pihaknya masih memastikan memang benar Dewa Siwa atau sebatas karya seni. Hanya saja dirinya belum mengetahui kapan waktu penayangan visual tersrbut.

“Memang benar adanya, tapi kami masih menunggu konfirmasi untuk visual tersebut, apakah memang Dewa Siwa atau sebatas karya seni?” Ujar Bayu.

Pihaknya juga menyebutkan, visual artist menggunakan materi tersebut sebagai bentuk apresiasi seni yang justru terinspirasi dari kultur dan lingkungan Pulau Bali. Ia juga menegaskan, tidak ada maksud penyalahgunaan, pencemaran, pelecehan, dan/atau penistaan dalam karya tersebut.

“Karya visual yang dipakai untuk tempat hiburan malam dengan memakai atribut, elemen, dan/atau unsur kultur dari tempat tertentu sudah banyak dilakukan oleh nightclub lain di berbagai negara. Contoh, Goa Trance yang orisinilnya berasal dari kultur India dan kini sudah mendunia,” jelasnya. (*) 

Editor : I Dewa Gede Rastana
#geram #DPRD BADUNG #viral #dewa siwa #atlas