SINGARAJA, BALI EXPRESS - Gerakan peduli lingkungan di Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik (Kominfosanti) Kabupaten Buleleng, terus dilakukan. Melalui program Minfo Clean, yang dibentuk pada tahun 2023, pegawai Kominfosanti Buleleng berhasil mengumpulkan 1,8 ton sampah di tahun 2024. Minfo Clean merupakan bagian dari penerapan konsep Eco Office, yaitu upaya menciptakan lingkungan kantor yang ramah lingkungan.
Direktur Bank Sampah Minfo Clean, Ketut Asta Dharmadi, menyampaikan bahwa kesadaran pegawai terhadap pengelolaan sampah meningkat drastis dibandingkan tahun sebelumnya. Di tahun 2023, mereka hanya mengumpulkan 144 kilogram sampah. Namun, di tahun 2024, jumlahnya melonjak hingga 1,8 ton.
“Ini bukti nyata bahwa kesadaran akan pengelolaan sampah semakin tinggi,” ujarnya, Rabu (5/2).
Baca Juga: 18 TPS di Buleleng Bali Masuk Zona Blank Spot, Ini yang Dilakukan Diskominfosanti saat Pencoblosan
Sebagian besar sampah yang dikumpulkan terdiri dari plastik dan kertas. Hal ini tak lepas dari upaya tim Minfo Clean dalam memberikan edukasi dan motivasi kepada pegawai untuk menjadikan pengelolaan sampah sebagai kebiasaan positif.
“Kami ingin menanamkan pemikiran bahwa mengelola sampah adalah investasi bagi lingkungan. Kami juga turun langsung membantu pemilahan sampah,” tambah Ketut Asta.
Pengumpulan sampah dilakukan secara rutin setiap Jumat. Sebelum hari pengumpulan, tim Minfo Clean mengingatkan pegawai agar membawa sampah dari rumah masing-masing. Sampah yang telah dikumpulkan kemudian disalurkan ke Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Buleleng sebagai bagian dari kerja sama antarinstansi.
Tak hanya mengumpulkan sampah, Minfo Clean juga berinovasi dengan mendaur ulang barang-barang bekas agar memiliki nilai guna kembali. Contohnya, kayu sisa dari penebangan pohon di depan kantor diubah menjadi kursi dan meja, sedangkan ban bekas disulap menjadi tempat duduk ramah lingkungan.
Selain itu, beberapa titik di lingkungan kantor telah dilengkapi dengan tempat sampah terpilah untuk membiasakan pegawai memilah sampah organik, anorganik, dan pecah belah sejak dini.
“Target utama kami adalah mengurangi sampah dari rumah tangga dan lingkungan masing-masing. Jika setiap orang berkontribusi, maka dampaknya akan besar bagi lingkungan,” pungkasnya.
Gerakan Minfo Clean menjadi contoh bahwa kepedulian terhadap lingkungan bisa dimulai dari lingkup kecil seperti kantor. Dengan semangat kebersamaan dan konsistensi, kebiasaan baik ini bisa memberikan perubahan besar bagi Kabupaten Buleleng. ***
Editor : Dian Suryantini