BALIEXPRESS.ID – Menjelang hari pelantikan, seluruh Kepala Daerah terpilih di Bali, termasuk Gubernur, Wakil Gubernur, serta Bupati/Walikota dan Wakil Bupati/Wakil Walikota, akan mengikuti upacara sakral Mejaya Jaya di Pura Besakih.
Agenda ini akan dihelat pada Rabu (12/2), pukul 09.30 WITA.
Diketahui sebelumnya, Karo Umum dan Protokol Pemprov Bali, I Wayan Budiasa, menyatakan bahwa Upacara Mejaya Jaya bagi Gubernur dan Wakil Gubernur Bali terpilih, Wayan Koster dan Nyoman Giri Prasta, akan digelar pada 12 Februari 2025 di Pura Besakih, bertepatan dengan Rahina Pagerwesi.
Baca Juga: Pelangkiran bisa dipralina cukup dengan Tirta, Begini Prosesnya
“Ya benar (seluruh Kepala Daerah terpilih akan mengikuti upacara Mejaya Jaya),” ungkap Gubernur Bali terpilih periode 2025-2030, Wayan Koster, Selasa (11/2).
Disinggung mengenai keikutsertaan Bupati dan Wakil Bupati Terpilih Karangasem dalam Upacara Mejaya Jaya, mengingat I Gusti Putu Parwata dan Pandu Prapanca Lagosa bukan dari Partai PDIP, Koster menegaskan bahwa kehadiran mereka dalam upacara ini tidak terkait dengan afiliasi partai politik.
“Ya semua (Kepala Daerah terpilih) se-Bali tidak terkait Partai,” katanya menekankan.
Baca Juga: Ini Dewa yang dipuja di Pelangkiran, Berfungsi sebagai Penyawangan dan Pelinggihan
Sementara itu, terkait agenda retreat oleh Presiden RI, Prabowo Subianto, Koster mengatakan sangat siap untuk mengikuti retreat.
“Saya sudah sangat siap mengikuti program retreat selama 1 minggu. Tujuannya sangat baik. Pertama, agar semua kepala daerah memiliki persepsi dan arah yang sama mengenai pembangunan bangsa yang digariskan dan dipimpin oleh Bapak Presiden,Prabowo Subianto,” tuturnya.
Koster juga memaparkan, melalui retreat ini para kepala daerah dapat memahami upaya yang harus dilaksanakan dalam mengimplementasikan kebijakan Presiden sesuai karakteristik dan potensi masing-masing daerah.
Selain itu, dapat mengembangkan sikap kebersamaan, sinergitas, gotong royong, dan soliditas sesama kepala daerah dalam memajukan bangsa demi Negara Kesatuan Republik Indonesia segaimana nilai-nilai Pancasila dan amanat UUD NRI 1945.
Selain memperdalam pemahaman tentang peran dan kewajiban sebagai pemimpin daerah, para kepala daerah juga akan mendapatkan arahan dari berbagai kementerian guna menyelaraskan kebijakan daerah dengan agenda nasional Asta Cita.
“Semua kepala daerah harus memahami kebijakan Bapak Presiden, termasuk wawasan kebangsaan yang menjadi perhatian serius Beliau, demikian halnya arah pembangunan nasional dalam 8 program prioritas Asta Cita,” katanya.(***)
Editor : Rika Riyanti