BALIEXPRESS.ID - Kejadian aneh mengguncang Desa Adat Temesi, Gianyar. Bukan emas atau benda berharga lainnya, melainkan pendeman pelinggih di Pura Puseh setempat yang menjadi sasaran pembongkaran oleh orang tak dikenal (OTK).
Peristiwa ini sontak membuat warga resah dan bertanya-tanya.
Kejadian ini pertama kali diketahui pada Jumat (14/2/2025) sore, ketika Jero Mangku Pande Putu Arigangga dan warga Banjar Peteluan hendak mengambil tirta untuk upacara. Saat membersihkan area pura, juru sapuh, I Nyoman Suweda ,60, menemukan kejanggalan di bagian belakang pelinggih.
Betul saja, setelah diperiksa, tiga pelinggih di Jaba Tengah didapati dalam kondisi bekas dibongkar.
“Kami sangat terkejut melihat kondisi pelinggih seperti itu. Pendeman itu kan sakral, ada upacara khusus untuk membuatnya,” ujar salah seorang warga dengan nada khawatir.
Warga pun segera melaporkan kejadian ini ke Bandesa Adat Temesi, Gusti Made Mastra, yang kemudian meneruskannya ke pihak kepolisian. Polsek Kota Gianyar bergerak cepat dengan melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) pada Sabtu (15/2/2025) pagi.
Dari hasil olah TKP, diketahui tiga pelinggih yang menjadi sasaran adalah Pelinggih Apit Lawang bagian kanan, Pelinggih Pengayengan Bhatara Basuki, dan Pelinggih Pengiring Pengayengan Bhatara Basuki. Anehnya, menurut keterangan juru sapuh, tidak ada pendeman yang hilang. Namun, kerugian spiritual yang dialami warga tentu tidak ternilai.
“Kami masih mendalami kasus ini,” ujar Kapolsek Gianyar, Kompol Nyoman Sukadana, singkat.
Sementara itu, Bhabinkamtibmas dan Babinsa Desa Temesi mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan, mengingat minimnya pengawasan di Pura Puseh.(*)