Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Berada di Pegunungan, Angka Pengangguran di Desa Ini Nol Persen, Begini Alasannya

I Putu Mardika • Jumat, 21 Februari 2025 | 04:42 WIB

Perbekel Desa Pancasari Wayan Komiarsa tiup lilin perayaan HUT ke 59 Desa Pancasari, Kecamatan Sukasada, Buleleng, Kamis (20/2)
Perbekel Desa Pancasari Wayan Komiarsa tiup lilin perayaan HUT ke 59 Desa Pancasari, Kecamatan Sukasada, Buleleng, Kamis (20/2)
BALIEXPRESS.ID– Perbekel Desa Pancasari, Wayan Komiarsa, mengungkapkan bahwa angka pengangguran di Desa Pancasari, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, Bali, mencapai nol persen.

Pernyataan ini disampaikan dalam perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-59 Desa Pancasari yang berlangsung di gedung wantilan desa setempat, Kamis (20/2) malam.

Dikatakan Mekel Komiarsa, mayoritas warganya bergerak di sektor pariwisata dan pertanian.

Mereka memanfaatkan kekayaan alam seperti Danau Buyan yang memiliki daya tarik panorama keindahan alam serta pertanian agro buah dan sayur mayur segar.

"Plus, usaha yang mereka rintis itu sudah memiliki jaringan dari hulu ke hilir. Artinya, usaha mereka sudah memiliki pasar masing-masing," terang Perbekel Komiarsa.

Menurut data yang disampaikan Komiarsa, jumlah kepala keluarga (KK) di Desa Pancasari mencapai 1.450 KK dengan jumlah jiwa sebanyak 6.870 orang.

Dari jumlah tersebut, hanya 28 orang yang tercatat sebagai penerima bantuan sosial (Bansos) dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

"Nah, para penerima bansos ini semuanya sudah uzur (lansia), dan juga kami prioritaskan penyandang disabilitas. Jumlah penerima bansos itu sebanyak 28 orang," imbuhnya.

Selain keindahan alam yang menjadi penunjang minimnya angka pengangguran, Komiarsa juga menyebut adanya beberapa warga yang memilih bekerja di luar negeri.

Ia menambahkan, beberapa di antaranya memilih bekerja di luar negeri, baik di kapal pesiar atau di darat. Namun, pihaknya memastikan seluruh warga yang tinggal di Pancasari tidak ada yang menganggur.

Mekel Komiarsa mencontohkan, ketika ada pelaku usaha yang membuka usaha makanan cepat saji di kawasan Pancasari, sudah ditempel pengumuman rekrut tenaga kerja, tetapi sampai saat ini tidak ada warga yang berminat bekerja di sana.

Mereka malah memilih membuka usaha sendiri. "Dari keterangan warga, mereka beralasan lebih baik membuka usaha sendiri, memilih berproses sebelum nantinya menikmati hasil jerih payah dari usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang digeluti," jelasnya.

Hal senada disampaikan Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Pancasari, Gede Adi Mustika. Pihaknya senantiasa terbuka kepada para investor dan pelaku usaha yang ingin berinvestasi di Desa Pancasari.

Menurutnya, apa yang telah disampaikan Perbekel Komiarsa itu adalah sebuah fakta. Saat ini Desa Pancasari tidak memiliki angka pengangguran.

Bahkan, dari catatannya sekitar 95 persen investor di sektor pariwisata dan pertanian agro wisata merupakan warga lokal Pancasari.

Mereka memanfaatkan lahan milik pribadi untuk membuka usaha camping dan glamping di kawasan Danau Buyan, serta sebagian berinovasi di sektor pertanian buah strawbery dengan metode hidroponik.

"Selain itu, serapan tenaga kerja lokal terbesar ada di Bali Handara Golf & Resort Bali serta Bali Farm House," pungkasnya.

Sebagai informasi, Desa Pancasari memiliki suhu rata-rata 18 derajat Celsius. Desa ini secara definitif berdiri pada tahun 1966, setelah sebelumnya merupakan bagian dari Desa Pegayaman dan Desa Gitgit, Kecamatan Sukasada.

Selain itu, Desa Pancasari juga merupakan wilayah perbatasan antara Kabupaten Buleleng dengan Kabupaten Tabanan. (dik)

 

Editor : I Putu Mardika
#bali #pengangguran #Nol Persen #pariwisata #sukasada #pertanian #buleleng #Desa Pancasari