Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Sakral dan Unik! Pohon Kepah di Pura Pucak Jati Timuhun Mengeluarkan Tirta Dua Warna, Juga Tempat Memohon Kesuksesan

I Dewa Gede Rastana • Senin, 24 Februari 2025 | 17:12 WIB
UNIK : Piodalan di Pura Pucak Jati dirangkaikan dengan upacara Mlaspas, Caru Rsi Gana, Panca Kelud, dan Mecaru Lebah, dengan puncaknya pada Saniscara Kliwon, Sabtu (22/2/2025).
UNIK : Piodalan di Pura Pucak Jati dirangkaikan dengan upacara Mlaspas, Caru Rsi Gana, Panca Kelud, dan Mecaru Lebah, dengan puncaknya pada Saniscara Kliwon, Sabtu (22/2/2025).

BALIEXPRESS.ID – Krama Banjar Tengah, Desa Adat Timuhun, Banjarangkan, Klungkung, menggelar upacara karya di Pura Pucak Jati. Karya piodalan ini dirangkaikan dengan upacara Mlaspas, Caru Rsi Gana, Panca Kelud, dan Mecaru Lebah, dengan puncaknya pada Saniscara Kliwon, Sabtu (22/2/2025).


Upacara sakral ini dipuput oleh Ida Pedanda Istri Ngurah Tembau dari Griya Sengkiding, Desa Aan, Banjarangkan. Acara ini juga dihadiri oleh anggota DPRD Provinsi Bali, Tjokorda Gede Agung; anggota DPRD Klungkung, I Wayan Buda Parwata; Camat Banjarangkan, Dewa Komang Aswin; serta sejumlah undangan lainnya. Karya ini merupakan kelanjutan dari upacara besar yang telah dilaksanakan beberapa tahun sebelumnya, sekaligus upakara atas rampungnya pembangunan sejumlah palinggih di pura tersebut.


Keunikan Pura Pucak Jati terletak pada keberadaan pohon kepah yang tumbuh di area jeroan pura. Pohon ini mengeluarkan air suci atau tirta dengan dua warna, yaitu kuning keemasan dan perak. Tirta ini dianggap sakral oleh masyarakat setempat dan langsung digunakan sebagai air suci dalam berbagai upacara keagamaan.


Selain itu, pura ini juga dikenal memiliki minyak yang diyakini dapat menyembuhkan penyakit dalam. Setiap pelaksanaan upacara wali atau piodalan, pura ini selalu dipadati pemedek, baik dari desa setempat maupun dari luar daerah. Bahkan, banyak umat yang datang ke pura ini untuk memohon doa demi kelancaran usaha, karier, kesehatan, serta keselamatan.


Pada malam hari juga kerap dijadikan tempat meditasi untuk memohon kesuksesan agar lolos menjadi anggota Polri, TNI, termasuk anggota dewan.


Terletak di perbukitan, Pura Pucak Jati menawarkan panorama indah dengan pemandangan langsung ke Gunung Agung, lembah hijau, aliran sungai, serta pulau Nusa Penida yang terlihat dari kejauhan.


Bendesa Adat Timuhun, I Wayan Widana, didampingi Kelihan Banjar Tengah, Putu Edy Artawan, menyampaikan bahwa karya ini dilaksanakan sebagai kelanjutan dari upacara sebelumnya dan sebagai bentuk rasa syukur atas selesainya pembangunan sejumlah palinggih di pura.


“Untuk mempersiapkan karya ini, krama telah bergotong royong selama beberapa bulan terakhir,” ujar Bendesa Adat Timuhun.


Sementara itu, Jro Mangku Dalem yang didampingi Jro Mangku Pura Pucak Jati menuturkan bahwa fenomena tirta yang mengalir dari pohon kepah di jeroan pura telah berlangsung sejak turun-temurun. Pohon besar berusia ratusan tahun ini memiliki dua lubang yang mengeluarkan tirta dengan warna berbeda, yaitu kuning keemasan dan perak. Karya ini dijadwalkan akan berlangsung hingga Selasa (25/2/2025).

 


“Setiap puja wali di Pura Pucak Jati, Ide Betara tidak pergi ke beji seperti di pura lain, melainkan tetap berada di tempat ini. Tirta dua warna ini langsung diberikan kepada para pemedek,” jelas Jro Mangku Dalem. (*)

Editor : I Dewa Gede Rastana
#air suci #mlaspas #karya #pohon #Dua Warna #klungkung #Tirta