Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Kronologi Pemilik Kos Ditemukan Tewas dalam Sumur di Denpasar, Nihil Bekas Kekerasan

I Gede Paramasutha • Senin, 3 Maret 2025 | 01:47 WIB
SELIDIKI: Polisi menyelidiki kasus kematian Suparta yang ditemukan di dalam sumur. (Bali Express/Istimewa)
SELIDIKI: Polisi menyelidiki kasus kematian Suparta yang ditemukan di dalam sumur. (Bali Express/Istimewa)

BALIEXPRESS.ID - Ditemukannya pria bernama I Nyoman Suparta, 60, dalam keadaan tewas di dalam sumur kos-kosan miliknya, Jalan Pendidikan II, Gang Bunga, Sidakarya, Denpasar Selatan, pada Jumat 28 Februari 2025, masih menyisakan misteri.

Terutama mengenai penyebab pemilik kos itu bisa sampai tenggelam di dalam sumur. Terlebih lagi, anehnya kedua kaki Suparta terikat dan berisi pemberat berupa barbel berbentuk silinder. Polisi pun mulai buka suara mengenai kasus ini.

Kasi Humas Polresta Denpasar AKP I Ketut Sukadi menerangkan, kronologi peristiwa tersebut bermula ketika korban pamitan kepada istrinya inisial Luh Su pukul 09.00 WITA untuk pergi ke kos-kosan miliknya.

"Korban mengatakan ingin mengecek saluran air di kos tersebut," ujarnya, Minggu 2 Maret 2025.

Hanya saja, sampai siang hari pria tua itu tak kunjung kembali ke rumah. Maka, Luh Su berinisiatif mengecek langsung ke kos.

Sesampainya di sana, wanita itu mencati sang suami. Tetapi, hanya tas pinggangnya saja yang tampak ada di dalam gudang.

Sedangkan, Suparta tidak terlihat. Maka, sang istri bertanya kepada penghuni kos inisial Rk, 23.

Kenapa hanya tas yang ada, sedangkan korban tak ada.

Penghuni kos yang baru pulang kerja itu mengatakan sebelumnya memang sempat melihat korban.

Lalu, mereka berdua pun mencari-cari Suparta. Sampai perhatian mereka tertuju pada sumur yang berisi tali terikat pada tiang.

Mengingat, sebelumnya korban mengaku hendak mengecek saluran air. Luh Su lantas menarik tali tersebut dan berujar dengan heran "kok berat ya".

Rk pun turut membantu wanita itu menarik tali timba air sumur dengan satu orang lainnya yang merupakan teman kosnya.

Saat berhasil menarik, alangkah terkejutnya mereka, lantaran terlihat kepala dan tubuh korban menyembul dari air.

Kejadian ini langsung dilaporkan ke pihak berwajib.

Adapun hasil pemeriksaan Polsek Denpasar Selatan dan Inafis Polresta Denpasar di TKP, diketahui bahwa tali sumur melintang di ketiak lengan kiri korban.

Pergelangan kedua kakinya terikat kain selendang warna ungu.

Terdapat sebuah barbel (pemberat) terikat pada kain selendang berwarna cream yang diikatkan pada selendang berwarna ungu pada kaki korban.

Barbel tersebut juga terikat pada tali plastik berwarna biru yang terikat pada tiang kayu di samping sumur.

Setelah dilakukan penekanan pada hidung korban, mengeluarkan cairan.

Selain itu, nihil ditemukan tanda atau bekas tindakan kekerasan pada tubuh korban.

Kemaluannya mengeluarkan cairan (Air Mani), dari anus mengeluarkan kotoran, serta lidah tidak menjulur.

Selanjutnya, jenazah pria itu dibawa oleh Ambulance BPBD Kota Denpasar ke Rumah Sakit Umum Pusat Prof. dr. IGNG Ngoerah guna proses lebih lanjut.

Sampai saat ini polisi belum bisa menyimpulkan penyebab pria itu bisa tenggelam di dalam sumur dengan kaki terikat dan berisi pemberat.

"Penyebabnya masih diselidiki," tandasnya.

Disinggung mengenai apakah akan dilakukan autopsi terhadap jenazah Suparta guna memastikan soal pemicu kematiannya, Sukadi mengatakan hal itu tergantung pihak keluarga.

"Tergantung dari pihak keluarga, kalau diijinkan," pungkasnya. (*)

Editor : I Gede Paramasutha
#tewas #pemilik kos #sumur #denpasar