Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Damkar Buleleng Tambah Pos Pemadam, Respons Kebakaran Kini Lebih Cepat!

Dian Suryantini • Kamis, 6 Maret 2025 | 23:52 WIB

Eks Pos Polisi Hutan Provinsi Bali di desa Dapdap Putih, Busungbiu-Buleleng yang direncanakan sebagai lokasi pos pemadam kebakaran.
Eks Pos Polisi Hutan Provinsi Bali di desa Dapdap Putih, Busungbiu-Buleleng yang direncanakan sebagai lokasi pos pemadam kebakaran.

SINGARAJA, BALI EXPRESS – Untuk meningkatkan kecepatan respons dalam menangani kebakaran, Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Buleleng akan menambah empat pos pemadam baru di wilayah yang rawan kebakaran, yaitu di Gerokgak, Wanagiri, Busungbiu, dan Tejakula. Dengan langkah ini, waktu tanggap darurat diharapkan bisa dipersingkat hingga maksimal 15 menit, sehingga risiko kebakaran dapat ditekan lebih efektif.

Plt. Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Buleleng, Gede Arya Suardana, menegaskan bahwa pihaknya terus berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Kami ingin memastikan setiap kejadian kebakaran bisa ditangani secepat mungkin. Penambahan pos pemadam ini diharapkan dapat mengurangi dampak kebakaran dan meningkatkan rasa aman bagi warga,” ujarnya dalam Forum Perangkat Daerah untuk Rancangan Awal Rencana Kerja (Renja) Damkar Buleleng Tahun 2026, Kamis (6/3).

Selain memperbanyak pos pemadam, Damkar Buleleng juga menjalin kerja sama dengan kabupaten lain yang berbatasan langsung dengan wilayahnya. Kolaborasi ini bertujuan untuk mempercepat respons dalam menangani kebakaran lintas daerah, terutama di kawasan yang sulit dijangkau dalam waktu singkat.

Baca Juga: Damkar Buleleng Manfaatkan Ular Tangkapan Untuk Media Edukasi

Saat ini, Damkar Buleleng mengoperasikan sembilan pos pemadam kebakaran. Dari jumlah tersebut, tiga pos telah memiliki kantor dan fasilitas sendiri, sementara enam lainnya masih menumpang di kantor kecamatan.

Untuk mencapai standar waktu respons 15 menit, forum ini juga menyoroti perlunya pembangunan pos tambahan yang lebih mandiri dengan fasilitas yang lebih lengkap.

Tak hanya memperkuat infrastruktur, Damkar Buleleng juga menaruh perhatian pada peningkatan kualitas sumber daya manusia. Melalui pelatihan dan sertifikasi, petugas pemadam diharapkan bisa lebih sigap dan profesional dalam menangani kebakaran.

Selain itu, Buleleng memiliki 1.130 relawan pemadam kebakaran yang tersebar di berbagai kecamatan, dan dukungan bagi mereka juga menjadi salah satu prioritas utama.

Dalam Renja 2026, Damkar Buleleng telah mengalokasikan anggaran untuk sejumlah program utama, termasuk pencegahan, penanggulangan, serta penyelamatan kebakaran dan kejadian non-kebakaran.

Program prioritas lainnya mencakup peningkatan layanan pemadaman, investigasi kebakaran, serta edukasi masyarakat mengenai bahaya dan pencegahan kebakaran.

“Kami ingin masyarakat semakin sadar pentingnya pencegahan kebakaran. Edukasi ini sangat penting, agar mereka tidak hanya mengandalkan petugas, tetapi juga dapat melakukan langkah-langkah pencegahan secara mandiri,” tambah Gede Arya Suardana. ***

Editor : Dian Suryantini
#wanagiri #damkar #tejakula #gerokgak #busungbiu #kebakaran #buleleng