Musisi asal Bali ini berhasil mencuri perhatian publik, baik di Indonesia maupun di Malaysia. Berkat viralnya lagu tersebut, pria bernama asli Made Sukayasa ini kini kebanjiran tawaran manggung hingga keluar Bali.
DJ Mahesa mengaku tak menyangka lagunya yang diciptakan pada tahun 2010 ini mendadak populer. Awalnya, lagu tersebut dibuat dalam waktu sehari hanya untuk kesenangan pribadi tanpa niat untuk diedarkan.
Namun, popularitas lagu ini meningkat pesat setelah video seorang wisatawan asing bernyanyi dan berjoget dengan iringan lagunya tersebar luas di TikTok.
Popularitas lagu Tragedi di Kamar Mandi semakin meningkat ketika sejumlah figur publik seperti Bunda Corla, Nagita Slavina, Raffi Ahmad, hingga artis Korea menggunakan lagu tersebut dalam konten mereka.
Bahkan, lagu ini juga diputar oleh salah satu stasiun radio di Malaysia, menjadikannya populer di negeri jiran.
Berawal dari kegemarannya terhadap musik elektronik, DJ Mahesa menekuni dunia musik secara otodidak selama lebih dari 18 tahun.
Pria asal Desa Penglatan, Kabupaten Buleleng ini memulai kariernya dengan membeli sendiri peralatan DJ dari hasil bekerja sebagai buruh bangunan dan berdagang pakaian.
Meskipun memiliki titel DJ, ia tidak pernah bermain di klub malam, melainkan hanya membawakan lagu-lagu remix dengan ciri khasnya sendiri.
Sebagai seorang musisi, DJ Mahesa telah menciptakan lebih dari seratus lagu. Lirik-lirik yang ia ciptakan banyak terinspirasi dari fenomena sosial, mulai dari perselingkuhan, asmara, hingga tokoh agama.
Meski demikian, lagu-lagunya sering kali dianggap kontroversial karena mengandung lirik yang dinilai vulgar oleh sebagian orang.
Tak jarang DJ Mahesa mendapat kritik dan hujatan dari masyarakat terkait lagunya. Ia bahkan sempat hampir dilaporkan karena dianggap merusak moral.
Namun, ia tetap bertahan dengan gaya bermusiknya dan menegaskan bahwa jika diperhatikan dengan saksama, lagu-lagunya mengandung pesan moral dan nasihat bagi pendengarnya.
Viralnya lagu Tragedi di Kamar Mandi juga membawa dampak besar bagi karier DJ Mahesa.
Selain jadwal manggungnya yang padat, ia juga pernah mendapatkan tawaran tampil di berbagai daerah di luar Bali, seperti NTB, NTT, Jakarta, Depok, Banyuwangi, dan Kalimantan.
Namun, karena kesibukan yang luar biasa, ia belum bisa memenuhi semua tawaran tersebut.
Perjalanan karier DJ Mahesa tidak selalu mulus. Ia mengaku bahwa awal mula lagu-lagunya dikenal justru karena data musiknya dicuri oleh seseorang saat komputernya mengalami kerusakan.
“Lagu-lagu yang semula hanya untuk konsumsi pribadi akhirnya menyebar luas tanpa sepengetahuan sampai akhirnya viral,” katanya.
Salah satu keunikan dari lagu-lagu DJ Mahesa adalah penggunaan logat Buleleng yang kuat. Ia mengaku ingin tetap mempertahankan identitasnya sebagai musisi asli Buleleng dan memperkenalkan karakter khas daerahnya melalui musik yang ia ciptakan. (dik)
Editor : I Putu Mardika