BALIEXPRESS.ID – Melalui live TikTok, Sekaa Teruna (ST) Yowana Pratyaksa dari Banjar Bualu, Kuta Selatan, menyuarakan ketidakpuasan mereka terhadap struktur dewan juri pada ajang bergengsi Bhandana Bhuhkala Festival 2025.
Mereka bahkan terlibat perdebatan dengan salah satu pejabat Dinas Kebudayaan Badung.
Baca Juga: NGERI! WNA Jadi Korban Penjambretan di Legian, Pelaku Diduga Driver Ojol Palsu
Protes ini berfokus pada komposisi dewan juri yang dianggap tidak seimbang, yaitu empat juri untuk kategori fragmentari dan hanya tiga juri untuk kategori ogoh-ogoh.
Hal ini menjadi perhatian serius karena ogoh-ogoh mereka yang bertajuk "Tattwaning Kalisangara" harus puas di posisi kedua.
Padahal, karya tersebut dinilai memiliki kreativitas tinggi dan pesan mendalam.
Baca Juga: Video Pengemis Hitung Uang di Ember Viral, Warganet Sebut Uangnya Lebih Besar dari Upah Kerja
Festival ini merupakan salah satu ajang seni terbesar di Kabupaten Badung yang menampilkan kreativitas ogoh-ogoh dari berbagai banjar.
Ogoh-ogoh sendiri adalah simbol seni budaya Bali yang biasanya diparadekan menjelang Hari Raya Nyepi sebagai representasi pemurnian dari sifat-sifat negatif.
Meski kecewa, dukungan terus mengalir untuk ST Yowana Pratyaksa melalui media sosial.
Salah satu akun Instagram lokal, @kutaselatan.news, menuliskan pesan penyemangat: "Tetap semangat wi! Kutsel tetap juara di hati."
Dukungan ini menjadi bukti bahwa apresiasi masyarakat terhadap karya seni mereka tetap tinggi meskipun hasil kompetisi tidak sesuai harapan.
Ajang seperti ini diharapkan dapat terus menjadi wadah bagi generasi muda Bali untuk melestarikan tradisi dan seni budaya, serta memastikan penilaian yang lebih transparan di masa depan.
Adapun komentar dari warganet yang beri dukungan dan evaluasi untuk kedepannya.
"Mungkin semua aspek di nilai, tpi untuk ogoh" saya yakin bualu nilainya pling tinggi, besok buat ogoh" baiknya dana dibatasi, agar banjar" yg kurang mampu dapat bersaing." tulis akun @gusstara.
"Seken to min.. yen kel ngadang lombang ogoh2 di badung yg berkualitas harus memiliki persiapan yg matang.. setidaknya semua juri bisa buat ogoh2.. sama halnya seperti juri layangan. Asal bo misa ngae ogoh2 pasti nawang konsep, cerita, dan visual yg akan di sampaikan, Tetapi selamat malu untuk para juara.." tulis akun @koplar_daksha93.
Baca Juga: Jambret Kalung WNA India di Kuta, Ketut Duriada Diamankan Polisi, Satu Pelaku Masih Buron
"Dije2 asal ngae lomba ogoh2 kene gen,, jeg ujung2 ne uyut." tulis akun @agus_karismawan.
"Bisa2nya kek gt cuman dapet juara 2. Beneran dah ada yg kelilipan dupa." tulis akun @godblessgilang.
"Ingat kawan, kita boleh mengira kita yg terbaik, tetapi dibalik itu ada juri yg menilai, mungkin juri punya pandangan lain dari masing" peserta." tulis akun @komangtrisnap11.
Editor : Wiwin Meliana