BALIEXPRESS.ID-Kasus dugaan pengeroyokan terhadap seorang pria usai membuang sampah sembarangan kini semakin panas.
Pasalnya, akun diduga sang istri @Andi Tenri Ola memposting surat perjanjian yang ditanda tangani oleh Kelian Adat Buana Kubu, Desa Adat Padangsambian, Denpasar Barat, I Ketut Warta.
Baca Juga: Kronologi Mahasiswi Tewas Terlindas Truk di Balongbendo, Sopir Avanza Kabur Usai Menyerempet
Dalam unggahannya yang dikutip pada Jumat (21/03/2025) sang istri mengaku bahwa pihaknya diintimidasi dan dipaksa menandatangani surat perjanjian agar tidak melapor ke polisi.
Dalam surat perjanjian tersebut, korban yang diduga dikeroyok bernama Muh. Reza Pratama selaku pihak kedua.
“Pada hari Sabtu 15 Maret 2025, pihak kedua telah membuang sampah di sekitaran Jl. Pura Demak Barat dan pihak kedua bersedia menyelesaikan permasalahan ini secara kekeluargaan, sesuai dengan sanksi yang ada di Banjar Buana Kubu,” isi surat perjanjian tersebut.
Baca Juga: Pohon Tumbang Timpa Tiga Mobil di Bangli, Dua di Antaranya di Parkiran Pura
Menanggapi isi perjanjian tersebut, sang istri melalui unggahan di akun media sosialnya pun menyebut bahwa pihaknya saat itu merasa tertekan.
“Saya dalam keadaan tertekan saya ga melawan karena suami saya berbisik, tolong la jangan melawan tlong plis sakit badanku nanti saya dipukuli lagi. Saya diam dan babeh disuruh tandatangan dengan salah 1 point tidak melanjutkan ke pihak berwajib,” tulisnya.
Sebelumnya, viral di media sosial curhatan seorang istri yang suaminya diduga dikeroyok warga usai membuang sampah sembarangan.
Kejadian ini terjadi di wilayah Buana Kubu, Padangsambian, Denpasar Barat pada Sabtu 15 Maret 2025.
Dalam postingan di akun @Andi Tenri Ola yang dibagikan oleh akun @denpasarcerita, kejadian berawal saat sang suami membuang sampah sembarangan ke samping gereja Mawar Sharon.
Saat itu, warga memergoki sang suami membuang sampah tersebut.
Diduga karena kesal, sejumlah warga diduga mengeroyok pria berambut gondrong tersebut hingga nyaris bonyok.
Bahkan sang pemilik akun menyebut bahwa sang suami di pukul dan ditendang bahkan diguyur dengan air.
“Pas kejadian pembuangan sampah suami saya sudah ngomong maafkan saya mas, jangan pukulin saya, saya sudah punya anak 5 yang masih kecil2, saya siap membayar denda sesuai aturan adat di Banjar,” tulis akun tersebut dikutip pada Rabu (19/03/2025).
Dalam beberapa foto yang diunggah, terlihat kondisi pria tersebut mengalami sejumah luka dibagian wajah.
Pada bagian mata juga terlihat luka hingga mengeluarkan darah.
Lebih lanjut, sang istri tindakan pengeroyokan yang diduga dilakukan oleh lebih dari 20 orang tersebut dinilai berlebihan.
Ia menyebut seharusnya kejadian tersebut bisa dibicarakan dengan baik-baik.
Editor : Wiwin Meliana