Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Perumda Tirta Hita Buleleng Perkuat Suplai Air dengan Booster Pump dan Rencana Pengembangan SPAM

Dian Suryantini • Selasa, 25 Maret 2025 | 00:48 WIB

Direktur Utama Perumda Tirta Hita Buleleng, Made Lestariana.
Direktur Utama Perumda Tirta Hita Buleleng, Made Lestariana.

SINGARAJA, BALI EXPRESS – Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Hita Buleleng terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan air bersih bagi masyarakat dengan berbagai strategi, termasuk pemasangan booster pump dan rencana pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM). Langkah ini diambil guna mengatasi permasalahan tekanan air rendah yang selama ini dikeluhkan oleh pelanggan.

Direktur Utama Perumda Tirta Hita Buleleng, Made Lestariana, menjelaskan bahwa pihaknya telah banyak memasang tendon sebagai tempat penampungan air sebelum didistribusikan ke pelanggan. Air yang ditampung tersebut kemudian dipompa menggunakan booster pump untuk meningkatkan tekanan air, sehingga bisa menjangkau pelanggan dengan lebih baik. Langkah ini diambil karena di beberapa wilayah, tekanan air seringkali rendah atau bahkan tidak mengalir sama sekali ke rumah-rumah pelanggan.

“Karena masih ada defisit air, kami juga menggunakan mobil tangki untuk mengisi ulang tendon ketika air di dalamnya habis. Dengan cara ini, pelanggan tetap mendapatkan suplai air, terutama pada jam-jam puncak,” ujar Lestariana, Senin (24/3).

Perumda Tirta Hita Buleleng juga tetap berupaya agar pelayanan air tidak berada di bawah standar pelayanan minimum yang telah ditetapkan, yakni 17 jam per hari. Gangguan layanan hanya ditoleransi pada saat beban puncak pemakaian pagi dan sore hari.

Baca Juga: Ada di Buleleng Sejak 1902, Waterleiding dan Suido Syo Aliri Wilayah Kerajaan hingga Rumah Orang Kaya: Begini Keunikannya

Selain pemasangan booster pump, Perumda Tirta Hita Buleleng juga merencanakan pengembangan SPAM. Salah satu upaya yang dilakukan adalah bekerjasama dengan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Desa Adat Pumahan untuk memanfaatkan kelebihan sumber air dari daerah tersebut. Dari kerjasama ini, sekitar 10 liter per detik air dapat dialirkan guna mendukung pelayanan di wilayah Banyuning yang tengah berkembang pesat.

Di sisi lain, kapasitas reservoir di Desa Petandakan, Buleleng saat ini dinilai masih kecil untuk memenuhi kebutuhan pelanggan yang terus bertambah. Saat ini, jumlah pelanggan di Banyuning sudah mencapai sekitar 6.000, sementara debit air yang tersedia hanya 40 liter per detik, sedangkan kebutuhan idealnya mencapai 60 liter per detik.

“Oleh karena itu, kami merencanakan pembangunan reservoir yang lebih besar di daerah tersebut,” kata dia.

Perumda Tirta Hita Buleleng juga tengah menjajaki kembali kerjasama dengan Desa Penglatan, yang memiliki sumber air berlebih. Upaya serupa pernah dilakukan tahun lalu, bahkan hingga pemasangan pipa, namun belum mendapat persetujuan dari desa. Kini, pihaknya kembali melakukan pendekatan dengan harapan kerjasama tersebut dapat direalisasikan demi kepentingan masyarakat.

Selain itu, pihaknya juga telah mengusulkan pembangunan reservoir dan pemasangan pipa transmisi dari sumur bor di Jalan Pulau Obi, Kelurahan Banyuning. Usulan ini sudah diajukan ke Pemerintah Provinsi Bali sejak tahun lalu dan baru-baru ini mendapatkan kabar baik dari Ketua DPRD Provinsi Bali, I Nyoman Adi Wiryatama.

Menurut Lestariana, Ketua DPRD Bali itu berkomitmen untuk mendorong realisasi proyek ini dalam perubahan APBD Provinsi.

“Kami membutuhkan dana sebesar Rp8 miliar untuk pemasangan pipa transmisi dan pembangunan reservoir di Banyuning. Dengan adanya dukungan dari DPRD Provinsi Bali, kami berharap proyek ini dapat segera direalisasikan agar pelayanan air bagi masyarakat semakin optimal,” jelasnya. ***

Editor : Dian Suryantini
#tirta hita buleleng #booster pump #reservoir #buleleng