BALIEXPRESS.ID - Bali diguncang skandal memalukan yang diduga melibatkan seorang pria Daniel Octavianus Fergiantara (36), seorang sales yang nekat menjual video intim mantan istrinya, Harningrum Chens (35), di situs dewasa.
Tak hanya itu, keluarga pelaku diduga kuat turut mendukung aksi bejat ini.
Harningrum, seorang pelatih Taekwondo Bali, atlet Hapkido peraih medali perak dan perunggu di PON XX tahun 2022, serta wasit MMA internasional, melaporkan mantan suaminya ke Polda Bali pada Senin (24/3/2025).
Baca Juga: Sekretaris DPRD Klungkung Resmi Dilantik, Bupati Beri Pesan Ini
Ia mengaku shock dan malu atas perbuatan mantan suaminya yang telah merekam dan menyebarluaskan video intim mereka tanpa sepengetahuannya.
Dari Koleksi Pribadi Hingga Situs Porno
Awalnya, Daniel beralasan rekaman tersebut hanya untuk koleksi pribadi, sebagai pengobat rindu saat bertugas di luar kota.
Namun, kenyataannya jauh berbeda. Harningrum menemukan video dan foto intim mereka diunggah di situs pornografi dan grup WhatsApp.
"Alasannya, ketika kangen melihat foto dan video istri sedang bugil. Tentu agar tidak tergoda dengan wanita lain," ungkap Harningrum sambil menangis.
Prahara rumah tangga pun pecah. Pertengkaran tak terhindarkan, hingga Harningrum memilih pisah ranjang.
Ironisnya, keluarga Daniel diduga ikut campur, menekan dan mengintimidasi korban agar tidak melaporkan kasus ini ke polisi.
Pengkhianatan dan Manipulasi Anak
Setelah bercerai, Daniel melanggar kesepakatan hak asuh anak. Harningrum dilarang bertemu anak-anaknya, bahkan anak-anaknya diduga telah didoktrin untuk membenci ibunya.
"Anak sekecil itu tidak paham soal masalah yang dihadapi kedua orang tuanya. Karena melanggar kesepakatan itulah saya proses hukum," tegas Harningrum.
Bukti Kuat dan Ancaman Hukum
Dengan didampingi pengacara, Harningrum melaporkan kasus ini ke Polda Bali dengan membawa sejumlah bukti, termasuk video dan foto intim, serta percakapan WhatsApp yang menunjukkan keterlibatan Daniel dalam penyebaran konten pornografi.
"Beberapa rekaman percakapan pelaku di grup WhatsApp juga di screenshot untuk dijadikan bukti ke penyidik, termasuk percakapan dengan tema 'Need Se** My Wife' ke dalam grup WhatsApp komunitas pelaku," ungkap pengacara korban.
Polda Bali berjanji akan menindaklanjuti laporan ini. Kasus ini menjadi sorotan publik dan menimbulkan kecaman keras terhadap tindakan pelaku. ***