Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Tanggapan Polda Bali Soal Oknum Polisi Langgar Nyepi di Jembrana: Proses Tegas!

I Gede Paramasutha • Minggu, 30 Maret 2025 | 17:30 WIB
Tangkapan layar oknum polisi diamankan pecalang karena melanggar Nyepi. (Bali Express/Istimewa)
Tangkapan layar oknum polisi diamankan pecalang karena melanggar Nyepi. (Bali Express/Istimewa)

BALIEXPRESS.ID - Hari Suci Nyepi yang identik dengan keheningan dan nihil aktivitas di jalan, ternoda oleh ulah oknum polisi di Desa Adat Sumbersari, Kecamatan Melaya, Jembrana, Bali, Sabtu (29/3).

Bukan hanya sekedar melanggar tradisi Nyepi dengan berkeliaran di jalanan, tapi oknum polisi yang belum diketahui identitasnya tersebut juga nekat naik motor secara ugal-ugalan dan diduga mabuk.

Alhasil, dia diamankan oleh Pecalang desa setempat. Dikonfirmasi mengenai masalah ini, Kabid Humas Polda Bali Kombespol Ariasandy membenarkan. 

Bahkan, Juru Bicara Polda Bali itu menyebut proses tegas tengah dilakukan terhadap oknum anggota tersebut.

"Sementara diproses tegas oleh Polres (Jembrana, red)," tandasnya, Minggu (30/3).

Disinggung mengenai apakah benar anggota tersebut dalam keadaan mabuk, Kombes Ariasandy mengatakan hal itu akan disampaikan secara lengkap oleh Kapolres Jembrana.

"Nanti akan dirilis oleh Kapolres, sementara proses," imbuhnya.

Diberitakan sebelumnya, pada Hari Suci Nyepi di Desa Adat Sumbersari, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana, Bali, terjadi insiden mengejutkan. 

Seorang oknum polisi bersama seorang warga sipil tanpa identitas nekat menerobos kesunyian Nyepi dengan mengendarai sepeda motor secara ugal-ugalan.

Mereka melintas di jalan wilayah Desa Adat Sumbersari sekitar pukul 12.00 WITA saat seluruh warga tengah melakukan Catur Brata Penyepian. 

Menurut saksi, keduanya tampak dalam kondisi mabuk, tercium aroma alkohol dari napas mereka.

Aksi mereka membuat resah warga dan pecalang. 

Akhirnya, pecalang setempat mengamankan keduanya.

Saat diamankan, mereka masih dalam kondisi tidak sadar dan sempat marah-marah. 

Setelah didata, pecalang mengawal mereka ke arah Gilimanuk dan menyerahkan ke pecalang Desa Adat Gilimanuk untuk penanganan lebih lanjut.

Pihak kepolisian dari Polres Jembrana menyatakan akan menindak tegas oknum polisi tersebut karena mencoreng nama baik institusi dan melanggar kesucian Hari Nyepi. (*)

Editor : I Gede Paramasutha
#polda bali #nyepi #oknum polisi #langgar