BALIEXPRESS.ID - Sebuah permohonan maaf terbuka dilayangkan Sekaa Teruna Teruni Yowana Saka Bhuwana (STYSB) Banjar Tainsiat dan sang konseptor, Komang Gede Sentana Putra (Kedux), atas karya Ogoh-Ogoh mereka tahun 2025.
Ogoh-ogoh yang seharusnya menjadi kebanggaan, justru berujung kekecewaan karena dianggap jauh dari kata sempurna dari segi estetika seni maupun teknis.
"Dengan segala kerendahan hati, kami menyadari karya kami jauh dari kata sempurna dan mengecewakan," ungkap Komang Angga Natyalaksana, Ketua STYSB Banjar Tainsiat, dalam surat permohonan maaf yang ditandatangani bersama Kedux.
Permohonan maaf ini ditujukan kepada seluruh masyarakat, Pemerintah Provinsi Bali, Pemerintah Kota Denpasar, donatur, sponsor, dan kontributor yang telah memberikan dukungan.
Kedux, sebagai konseptor dan penanggung jawab, mengakui adanya kekurangan dalam pengelolaan waktu, pekerjaan personel, dan keuangan yang berdampak pada hasil akhir Ogoh-Ogoh.
"Kami telah membaca dan mendengar berbagai aspirasi berbentuk saran dan kritik dari berbagai elemen masyarakat. Aspirasi tersebut sangat berharga untuk kami," tambah Kedux.
Kedux dan STYSB Banjar Tainsiat berjanji akan menjadikan kritik dan saran tersebut sebagai bahan evaluasi untuk berkarya lebih baik di masa depan.
Mereka juga menyampaikan terima kasih atas dukungan semua pihak yang telah membantu mewujudkan karya Ogoh-Ogoh ini.
Insiden ini menjadi sorotan publik, memicu perdebatan tentang standar kualitas Ogoh-Ogoh dan pentingnya evaluasi dalam setiap proses kreatif.
Baca Juga: Sebanyak 21 Napi Hindu di Jawa Timur Dapat Remisi Nyepi: Harapan Baru bagi Warga Binaan
Publik pun menantikan karya-karya STYSB Banjar Tainsiat selanjutnya, dengan harapan adanya perbaikan signifikan.
Editor : I Putu Suyatra