Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

AMOR ING ANCINTYA! Tragedi Pantai Pandan Nusa Penida: Remaja 18 Tahun Meregang Nyawa Diterjang Arus Maut!

I Putu Suyatra • Jumat, 4 April 2025 | 15:33 WIB

MENINGGAL : Made Suardana saat dievakuasi petugas ini akhirnya meninggal. (Foto: Humas Pemkab Klungkung)
MENINGGAL : Made Suardana saat dievakuasi petugas ini akhirnya meninggal. (Foto: Humas Pemkab Klungkung)

BALIEXPRESS.ID - Gelombang Pantai Pandan yang indah di Nusa Penida tiba-tiba berubah menjadi petaka. I Made Suardana (18), seorang remaja asal Dusun Sompang, Desa Bunga Mekar, Kabupaten Klungkung, Bali, harus meregang nyawa setelah papan selancar yang digunakannya terseret arus ganas ke tengah laut.

Kisah tragis ini bermula saat Suardana dan teman-temannya asyik bermain di pantai, tanpa menyadari bahaya yang mengintai.

Sore itu, Rabu (2/4/2025), Suardana dan dua temannya memutuskan untuk mencoba berselancar dengan sebuah papan selancar.

Baca Juga: Tragedi Ulah Pati di Jembatan Tukad Bangkung: Wayan Setiawan Desak Pemerintah Perhatikan Kesehatan Mental Masyarakat

Awalnya, suasana riang gembira menyelimuti mereka saat mendayung papan tersebut bersama-sama. Namun, dalam hitungan menit, gelombang ganas menarik mereka ke tengah laut.

Dua teman Suardana, yang menyadari bahaya besar, segera melepaskan papan selancar dan berenang sekuat tenaga menuju tepi pantai.

Suardana, yang masih berada di atas papan, berusaha keras mengendalikan diri. Namun, arus yang semakin kuat membuatnya panik dan akhirnya terlepas dari papan selancar.

Detik-detik mencekam pun terjadi. Suardana berjuang melawan arus, namun tenaganya terkuras habis. Teriakan minta tolongnya tenggelam di antara deburan ombak.

Baca Juga: Tragedi Berulang di Jembatan Tukad Bangkung: Wanita Muda di Bali Akhiri Hidup, Motif masih Jadi Tanda Tanya!

Kedua temannya, yang telah mencapai tepi pantai, berteriak histeris meminta bantuan.

Seorang saksi mata, seorang wisatawan yang sedang berada di pantai, menggambarkan adegan mengerikan itu.

"Arusnya sangat kuat. Kami melihat korban berusaha berenang, tapi dia terus tenggelam. Kami semua panik dan berusaha mencari bantuan," ujarnya dengan suara bergetar.

Sebuah jukung yang membawa beberapa wisatawan dan seorang pemandu lokal segera meluncur ke tengah laut.

Dengan keberanian luar biasa, pemandu dan seorang wisatawan melompat ke air dan menarik Suardana ke atas jukung.

Namun, saat tiba di tepi pantai Crystal Bay, Suardana sudah tidak sadarkan diri.

Upaya pertolongan pertama segera dilakukan oleh warga dan wisatawan yang berada di pantai. Namun, takdir berkata lain.

Saat dilarikan ke RS Gema Santhi, nyawa Suardana sudah tidak tertolong.

"Saat korban dievakuasi dari Crystal Bay menuju RS Gema Santhi korban sudah dalam kondisi tidak sadarkan diri. Setelah tiba di RS Gema Santhi dan mendapatkan pengecekan dan penanganan secara medis korban tidak terselamatkan dan dinyatakan telah meninggal dunia," terang Kasi Humas Polres Klungkung AKP Agus Widiono.

Baca Juga: Kerap Terjadi Ulah Pati, Masyarakat Desak Pemasangan Jaring Pengaman di Jembatan Tukad Bangkung

Tragedi ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan teman-teman Suardana. Pantai Pandan, yang biasanya ramai dikunjungi wisatawan, kini diselimuti kesedihan.

Kejadian ini menjadi pengingat yang menyakitkan tentang bahaya tersembunyi di balik keindahan laut. *** 

 

Editor : I Putu Suyatra
#bali #remaja #pantai pandan #nusa penida #Kabupaten Klungkung