SINGARAJA, BALI EXPRESS — Di tengah tekanan ekonomi yang masih menghimpit, terutama menjelang Hari Raya Galungan dan Kuningan, sepasang suami istri asal Kabupaten Buleleng menghadirkan solusi kreatif berbasis teknologi untuk membantu masyarakat. Lewat inisiatif bertajuk Pasar Murah Digital, mereka memadukan semangat sosial dengan pemanfaatan platform digital, menyasar langsung kebutuhan masyarakat Kota Singaraja.
Berbeda dengan pasar murah konvensional yang digelar di lapangan atau gedung dengan gerai fisik, Pasar Murah Digital memanfaatkan platform Letoris yang dikembangkan secara mandiri oleh pasangan Surik dan Mira dari Desa Penglatan, Kecamatan/Kabupaten Buleleng. Melalui platform ini, masyarakat bisa mengikuti workshop digital langsung dari ponsel mereka dengan mengakses tautan atau memindai kode QR yang disebarkan melalui brosur online dan offline.
Workshop ini memungkinkan pengguna melihat gambar produk, deskripsi, harga, hingga memasukkan barang ke keranjang belanja. Menariknya, untuk sistem pembayaran, pasangan ini tetap mengandalkan metode cash on delivery (COD) demi menjaga kenyamanan dan kepercayaan konsumen.
Produk yang dijual mayoritas adalah jajanan tradisional Bali yang digunakan sebagai perlengkapan upacara persembahyangan Galungan dan Kuningan, seperti dodol, iwel, satuh, apem, jaje uli, pepelan, hingga kacang dan saur. Pasar ini berlangsung mulai 1 hingga 19 April atau hingga stok habis.
Keluhan ibu-ibu mengenai lonjakan harga menjelang hari raya menjadi pemicu lahirnya ide ini. “Aneh saja, produknya dibuat di Buleleng, bahkan sebagian besar dari Desa Penglatan, tapi harga bisa melonjak karena rantai distribusi yang panjang,” ungkap Surik.
Baca Juga: Pesanan Dodol Meningkat Jelang Galungan, Pedagang di Besan Kewalahan
Untuk itu, mereka hanya menjual produk langsung dari UKM setempat tanpa melalui distributor atau pengepul, dan tidak mengambil keuntungan dari penjualan. “Ini bukan usaha untuk cari cuan, tapi kami ingin konsep sociopreneur ini membawa manfaat nyata bagi masyarakat,” tambah Mira.
Meski masih tahap pilot project dengan jumlah produk dan UMKM terbatas, pasangan Surik, anggota Polri di Polres Buleleng, dan Mira, guru di SD 4 Penarukan, optimis inisiatif ini bisa berlanjut dan menjadi agenda tahunan menjelang hari raya. ***
Editor : Dian Suryantini