Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

KMHDI Buleleng Optimalisasi Program Mengajar, Atasi Masalah Siswa SMP yang Belum Bisa Membaca

I Putu Mardika • Selasa, 22 April 2025 | 01:58 WIB

 

PC KMHDI Buleleng konsen dalam program
PC KMHDI Buleleng konsen dalam program
BALIEXPRESS.ID – Kasus tingginya angka siswa yang belum bisa membaca di Buleleng mendorong KMHDI PC Buleleng kian mengoptimalkan Program KMHDI Mengajar yang selama ini telah berjalan.

Ketua PC KMHDI Buleleng, Tri Budi Santoso, menjelaskan bahwa pihaknya merasa prihatin dan terpanggil untuk memberikan kontribusi nyata di tengah keprihatinan dunia pendidikan di Buleleng.

Program “KMHDI Mengajar” yang selama ini menjadi agenda rutin akan ditingkatkan efektivitas dan jangkauannya agar tepat sasaran.

"Kami rutin mengadakan program kerja KMHDI Mengajar tiap tahun. Tahun lalu kami mengadakan di Desa Temukus kurang lebih selama satu tahun secara rutin. Tahun ini target kami lebih spesifik, yaitu membantu siswa/siswi SMP di Buleleng agar dapat membaca, menulis, dan menghitung," jelas Tri Budi Santoso saat ditemui, Senin (21/4).

Menurut Tri Budi, KMHDI Mengajar sebelumnya menyasar anak-anak di daerah terpencil atau pelosok dengan keterbatasan akses pendidikan.

Namun, dengan munculnya data terbaru tentang siswa SMP yang belum bisa membaca, pihaknya merasa perlu memperkuat gerakan pendidikan akar rumput ini dengan pendekatan yang lebih terstruktur dan masif.

Data yang dihimpun dari laporan sejumlah lembaga dan media menyebutkan bahwa terdapat sekitar 400-an siswa tingkat SMP di Buleleng yang belum bisa membaca secara lancar.

Mereka tersebar di 60 sekolah menengah pertama yang ada di wilayah Bali Utara.

"Ini bukan hanya masalah sekolah, tapi menjadi masalah kita bersama. Kami sebagai organisasi mahasiswa merasa berkewajiban hadir untuk menjadi bagian dari solusi," ujar Tri Budi menegaskan.

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa PC KMHDI Buleleng akan mengembangkan kemitraan kolaboratif, terutama dengan kalangan mahasiswa di Buleleng.

Sinergi ini dinilai penting untuk memperluas jangkauan dan memastikan keberlangsungan program belajar tambahan yang akan mereka jalankan.

"Kami terbuka untuk kolaborasi dengan mahasiswa-mahasiswa dari berbagai kampus di Buleleng, baik dari organisasi intra maupun ekstra, untuk bersama-sama turun langsung ke sekolah-sekolah atau komunitas belajar. Ini bentuk gerakan moral dan sosial kami," tambahnya.

Selain mendampingi siswa dalam Calistung, KMHDI Buleleng juga akan memberikan pelatihan metode pengajaran sederhana kepada relawan agar pendekatan mereka relevan dengan kebutuhan peserta didik di lapangan.

Upaya ini diharapkan mampu menumbuhkan semangat belajar serta meningkatkan kompetensi dasar siswa.

Program ini direncanakan akan dimulai pada pertengahan Mei mendatang, dengan tahap awal pemetaan sekolah dan identifikasi kebutuhan siswa berdasarkan data yang tersedia.

Setelah itu, kegiatan belajar akan dilakukan secara reguler di lokasi-lokasi yang telah disepakati bersama pihak sekolah dan komunitas lokal.

Tri Budi juga mengajak masyarakat luas untuk tidak hanya menyalahkan lembaga pendidikan semata, melainkan menjadikan persoalan ini sebagai cermin bersama untuk memperkuat solidaritas dan partisipasi publik dalam pembangunan pendidikan.

"Anak-anak adalah masa depan kita. Jika mereka belum bisa membaca di usia SMP, ini adalah panggilan bersama. Mari kita gotong-royong, saling bantu, bukan saling tuding," pungkasnya. (dik)

 

Editor : I Putu Mardika
#smp #KMHDI Mengajar #membaca #kmhdi buleleng #pendidikan #buleleng