SINGARAJA, BALI EXPRESS – Jalan berlubang di jalur provinsi Singaraja–Seririt akhirnya ditambal. Bukan oleh anggaran negara, melainkan oleh gotong royong para pengusaha lokal. Inisiatif tambal sulam ini berawal dari sebuah percakapan tak biasa—di rumah duka.
Wirasanjaya, atau yang akrab disapa Congsan, seorang pengacara sekaligus pengusaha yang tergabung dalam FIRM Global Yustisia, menggagas aksi ini setelah perbincangan hangat dengan Kapolres Buleleng AKBP Ida Bagus Widwan Sutadi dan Kadis PUTR Buleleng Putu Adiptha Ekaputra saat melayat di rumah duka orang tua Kapolres Widwan. Dari obrolan spontan itu, tercetus ide untuk bertindak sebelum korban jalan berlubang makin bertambah.
“Awalnya ngobrol santai saja di rumah duka. Tapi dari situ justru muncul ide. Kapolres bilang, daripada tunggu anggaran revisi turun, kenapa nggak kita lakukan sesuatu dulu?” ujar Wirasanjaya alias Congsan.
Gayung bersambut, 10 titik lubang di jalur Singaraja–Seririt langsung disasar penambalan pada 21 April 2025. Para pengusaha menyumbang material cor beton, dikoordinasikan dengan Polres Buleleng dan Dinas PUTR. Biayanya? Tak sampai ratusan juta, tapi dampaknya bisa menyelamatkan nyawa.
“Kami buat sistem open bill. Jadi berapa pun kebutuhannya, kami siap bantu. Apalagi ini menjelang hari raya Galungan-Kuningan, saat arus lalu lintas padat dan pengendara motor sangat rentan,” jelasnya.
Baca Juga: Penerimaan Polri 2025 Segera Dibuka, Polres Buleleng Mulai Gerilya Sosialisasikan Peluang
Wirasanjaya menyadari bahwa efisiensi anggaran dari pusat membuat banyak proyek infrastruktur harus antre giliran. Namun bukan berarti warga harus pasrah.
“Kita tahu pemerintah sedang menyesuaikan anggaran. Tapi bukan berarti kita hanya bisa menunggu. Kalau bisa bergerak lebih cepat, kenapa tidak?” tambahnya.
Rencana ini pun tak berhenti di sini. Ia membuka peluang kolaborasi lanjutan jika kondisi jalan kembali memprihatinkan. “Sifatnya kolaboratif, situasional. Kalau perlu, kami turun lagi,” tegasnya.
Sederet pengusaha lokal yang turut berkolaborasi dalam aksi penambalan jalan itu, mulai dari PT. Bali Anugerah Properti, PT. Bali Melah Property, PT. Panji Teknik, Mentari Restaurant, hingga FIRM Global Yustisia Lawyer yang dimotori oleh pengacara sekaligus pengusaha, Wirasanjaya atau Congsan, pemilik Hotel dan Restaurant Banyualit-Lovina.
Material berupa cor beton disumbangkan oleh para pengusaha. Sementara pengerjaan lapangan dikerjakan oleh pasukan Dinas PUTR.
Kolaborasi ini bukan sekadar tambal sulam jalan, tapi juga langkah preventif menghadapi Hari Raya Galungan dan Kuningan, dengan aktivitas masyarakat dan kepadatan lalu lintas yang lebih padat.
“Jalur Singaraja–Seririt ini rawan sekali. Banyak kecelakaan tunggal karena lubang jalan. Jadi ini soal keselamatan juga, bukan cuma kenyamanan,” kata Waka Polres Kompol I Gusti Agung Made Ari Herawan
Terpisah, Kepala Dinas PUTR Buleleng, Putu Adiptha Ekaputra mengakui anggaran infrastruktur jalan masih terbatas. Tahun ini anggaran pemeliharaan jalan di Kabupaten Buleleng sekitar Rp30 miliar.
“Dana itu prioritasnya untuk jalan kabupaten yang rusak berat. Untuk jalan nasional seperti ini, bantuan dari pengusaha dan Polres sangat berarti,” ungkap Adiptha.
Menurutnya, penambalan dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab moral, mengingat jalan tersebut sebelumnya sudah pernah diperbaiki pemerintah pusat. Namun karena aktivitas kendaraan berat yang nyaris nonstop, lubang-lubang “nakal” kembali bermunculan.
“Ini bukan soal siapa yang harus. Tapi siapa yang bisa. Kalau kita semua bisa, ya kita kerjakan bersama-sama. Material dari pengusaha, tenaga dari PU, pengamanan dari Polres. Kolaborasi ini patut dicontoh,” tambahnya. ***
Editor : Dian Suryantini