Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Dinas PUTR Buleleng Konsisten Jalankan Program “Ayam Plastik” untuk Atasi Sampah

I Putu Mardika • Jumat, 25 April 2025 | 02:05 WIB

Kadis PUTR Buleleng, I Putu Adipta Ekaputra saat menyerahka ayam sebagai implementasi Program Ayam Plastik
Kadis PUTR Buleleng, I Putu Adipta Ekaputra saat menyerahka ayam sebagai implementasi Program Ayam Plastik
BALIEXPRESS.ID-Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Buleleng terus menunjukkan konsistensinya dalam upaya pengelolaan sampah dengan melanjutkan program unik bertajuk Ayam Plastik.

Program ini sudah dijalankan sejak tahun 2021 dan hingga kini masih menjadi salah satu inovasi menarik dalam tata kelola sampah di lingkungan birokrasi lokal.

Program Ayam Plastik lahir dari kegelisahan atas persoalan klasik yang tak kunjung usai: sampah.

Berbagai regulasi dan ajakan sudah digulirkan, namun tantangan pengelolaan sampah di masyarakat masih menumpuk.

Melalui program ini, Dinas PUTR berupaya memberikan contoh nyata tentang bagaimana sampah rumah tangga bisa dikelola secara kolektif dan bernilai manfaat.

Gede Praja Mahardika, aktivis lingkungan yang juga merupakan staf Dinas PUTR Buleleng, menuturkan bahwa program ini bukan hanya simbolis, tetapi juga edukatif dan aplikatif.

“Untuk lebih bersemangat merawat lingkungan, ada hal menarik di dinas kami yaitu program yang dinamakan berbagi ayam plastik. Namanya memang terdengar aneh, tapi maknanya dalam,” jelasnya, Selasa (22/4).

Menurut Praja, setiap hari Jumat, seluruh staf Dinas PUTR menabung sampah plastik rumah tangga mereka ke Bank Sampah Putra Sehati, yang dikelola oleh Bidang Cipta Karya.

Hasil dari penimbangan sampah ini kemudian dikonversikan dalam bentuk apresiasi berupa ayam hidup, yang dibagikan secara cuma-cuma saat hari raya besar seperti Galungan dan Pagerwesi.

“Kami menyimbolkan plastik yang kita kumpulkan sebagai ayam. Bukan karena bentuknya, tapi karena hasilnya bisa dikonversi menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi kehidupan, dalam hal ini protein hewani yang bisa dikonsumsi,” imbuh Praja.

Uniknya, tahun ini program Ayam Plastik juga dijadikan bagian dari peringatan Hari Bumi yang jatuh setiap 22 April.

Hal ini dimaksudkan untuk menegaskan bahwa upaya menjaga lingkungan tidak selalu harus berskala besar, namun dapat dimulai dari langkah-langkah kecil yang konsisten dilakukan.

Melalui program ini pula, Dinas PUTR ingin menegaskan bahwa hanya sampah residu dan bahan berbahaya beracun (B3) yang seharusnya berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Sisanya, terutama sampah organik dan anorganik non-B3, semestinya bisa dikelola mandiri oleh masyarakat.

“Sampah organik bisa diolah jadi kompos lewat lubang biopori, tebe modern, tong komposter, atau bahkan ecoenzyme. Plastik yang bernilai bisa dijual ke bank sampah, sementara yang tidak punya nilai bisa dijadikan ecobrick,” terang Praja

Ia juga menekankan bahwa edukasi seperti ini penting agar kesadaran lingkungan bisa tumbuh di setiap individu.

“Ketika kita berbicara tentang lingkungan, kuncinya adalah langkah sederhana yang dilakukan secara konsisten,” ujarnya.

Program Ayam Plastik sendiri dilaksanakan setiap enam bulan sekali dan diikuti oleh seluruh staf Dinas PUTR Kabupaten Buleleng.

Dalam setiap pelaksanaannya, program ini tidak hanya menjadi ajang daur ulang, tetapi juga pengikat solidaritas dan komitmen kolektif terhadap keberlanjutan lingkungan.

Antusiasme para staf dinas terhadap program ini terbilang tinggi. Selain manfaat ekologis, program ini juga memberi dampak sosial.

“Ada rasa bangga bisa berkontribusi, meski lewat hal kecil seperti memisahkan dan menabung plastik,” kata salah satu staf Dinas PUTR yang enggan disebutkan namanya.

Dengan pendekatan kolaboratif dan insentif yang kreatif, Dinas PUTR Buleleng telah membuktikan bahwa birokrasi pun bisa menjadi pionir dalam gerakan peduli lingkungan.

Harapannya, program ini bisa direplikasi oleh instansi lain, baik di lingkup pemerintahan maupun komunitas masyarakat. (dik)

 

Editor : I Putu Mardika
#bank sampah #Program Ayam Plastik #Dinas PUTR #sampah #buleleng