Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Bank Indonesia Luncurkan "Baligivation" untuk Dorong Inklusi dan Inovasi

Dian Suryantini • Kamis, 1 Mei 2025 | 02:59 WIB

Peluncuran program unggulan bertajuk Baligivation, sebagai bagian dari Kick Off Program Unggulan 2025.
Peluncuran program unggulan bertajuk Baligivation, sebagai bagian dari Kick Off Program Unggulan 2025.

 

BALIEXPRESS.ID – Bali semakin mantap melangkah ke era digital. Rabu (30/4), Bank Indonesia resmi meluncurkan program unggulan bertajuk Baligivation, sebagai bagian dari Kick Off Program Unggulan 2025. Mengusung tema “Mewujudkan Bali Pulau Digital Untuk Meningkatkan Inclusivitas”, program ini menjadi gebrakan awal untuk memperkuat ekosistem ekonomi digital yang inklusif dan berkelanjutan.

Berlokasi di Gedung Ksirarnawa, Art Center Denpasar, acara ini dihadiri para pejabat daerah, kepala OPD se-Bali, tokoh masyarakat, hingga para pemangku kepentingan. Tujuannya satu: menyatukan langkah menghadirkan layanan publik yang makin cerdas, cepat, dan berbasis teknologi.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Erwin Soeriadimadja, menegaskan bahwa Baligivation bukan sekadar seremoni seremonial belaka.

“Ini adalah deklarasi. Bahwa kita siap bekerja, berinovasi, dan melayani masyarakat dengan sepenuh hati,” ucap Erwin lantang.

Baca Juga: Bank Indonesia Catat Jumlah Merchant QRIS Capai 29,63 Juta pada 2023, Didominasi Kalangan UMKM

Sejumlah inisiatif pun diperkenalkan, mulai dari digitalisasi layanan desa, penguatan ekonomi lokal sesuai potensi wilayah, hingga peningkatan kapasitas aparatur desa dan kecamatan. Semua ini diarahkan agar fondasi ekonomi Bali menjadi lebih kokoh dan inklusif.

Bicara soal kinerja, ekonomi Bali mencatat pertumbuhan sebesar 5,48 persen pada 2024—di atas rata-rata nasional. Target tahun 2025 pun cukup optimis: 5,1 hingga 5,8 persen, dengan digitalisasi sebagai salah satu motor utamanya, di samping pariwisata.

Tiga capaian digital utama ikut disorot. Pertama, penggunaan QRIS yang melonjak, kini dipakai lebih dari 959.000 merchant di Bali. Kedua, peluncuran QRIS Tap berbasis NFC—cukup sekali sentuh, transaksi beres. Ketiga, QRIS Cross Border, memungkinkan wisatawan dari Singapura, Malaysia, hingga Thailand belanja digital dengan mudah di Bali.

Tak kalah penting, seluruh kabupaten/kota di Bali berhasil mempertahankan status “Digital” dalam elektronifikasi transaksi pemerintah daerah—suatu prestasi yang patut dibanggakan.

I Made Artana dari Kelompok Ahli Ekonomi Kreatif Digital menambahkan bahwa digitalisasi punya peran strategis dalam mendorong Ekonomi Kerthi Bali. Hal ini diperkuat dengan Surat Edaran Gubernur Nomor 10 Tahun 2025 yang mendorong layanan publik untuk sepenuhnya beralih ke transaksi non-tunai.

“Lewat program Banjar Creative Space, kami membangun ekonomi kreatif dari akar rumput. Saat ini, lebih dari 4.600 balai banjar sudah terkoneksi wifi, dan ditargetkan jadi pusat pengembangan SDM kreatif,” ujar Artana. *** 

Editor : Dian Suryantini
#bali #ekonomi #digital #denpasar #program unggulan #inklusif #bank indonesia