Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

2.578 Peserta Berebut Kursi PPPK di Buleleng

Dian Suryantini • Rabu, 7 Mei 2025 | 02:16 WIB

Proses seleksi PPPK Tahap II yang diselenggarakan di Buleleng.
Proses seleksi PPPK Tahap II yang diselenggarakan di Buleleng.

SINGARAJA, BALI EXPRESS – Seleksi tahap kedua Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Kabupaten Buleleng resmi dimulai pada 4 Mei 2025 dan akan berlangsung hingga 10 Mei. Sebanyak 2.578 peserta mengikuti proses ini, membawa harapan besar untuk bisa menjadi bagian dari Aparatur Sipil Negara (ASN).

Proses seleksi digelar di sejumlah titik strategis dan berjalan tertib sesuai standar operasional prosedur (SOP). Kehadiran sejumlah tokoh penting di hari pertama—mulai dari Bupati Buleleng, Ketua DPRD, Kepala Kantor Regional X BKN, hingga jajaran pengawas dari BKPSDM, Inspektorat, Polres, Kejaksaan, dan Ombudsman—menandai kuatnya komitmen terhadap proses yang transparan dan akuntabel.

Pelaksana tugas Kepala BKPSDM Buleleng, Nyoman Wisandika, yang turun langsung meninjau pelaksanaan pada hari ketiga, Selasa (6/5), menyampaikan apresiasi atas kelancaran proses seleksi dan kerja sama lintas instansi yang solid.

“Setiap tahapan kami pastikan berlangsung objektif dan transparan. Terima kasih kepada semua pihak yang mendukung kelancaran proses ini,” ujarnya.

Namun, seleksi ini tak hanya soal kesiapan teknis. Disiplin menjadi penentu utama. Sejumlah peserta terpaksa dinyatakan gugur karena terlambat lebih dari 30 menit atau mengundurkan diri. Panitia tetap tegas menjalankan aturan, namun tetap responsif terhadap situasi darurat.

Bagi peserta yang absen karena alasan kesehatan, panitia membuka kemungkinan ujian susulan dengan catatan harus ada bukti medis yang sah. Dinas Kesehatan dan BKN pun turut dilibatkan dalam proses verifikasi. Tak ketinggalan, Dinas Dukcapil disiagakan mengatasi persoalan teknis seperti kendala NIK yang bermasalah.

“Kedisiplinan dan kesiapan adalah kunci. Satu kelengahan saja bisa berakibat fatal,” tegas Wisandika, sembari menambahkan bahwa proses ini diharapkan melahirkan SDM yang berkualitas dan berintegritas bagi Buleleng.

Baca Juga: Dosen yang Tak Lupa Menulis, Mardika dan Cerita di Balik Data  

Di balik angka ribuan peserta, tersembunyi kisah-kisah perjuangan yang menggugah. Seperti Nyoman Suaryana, seorang pegawai non-ASN yang telah 18 tahun mengabdi sebagai penjaga bendungan di Gerokgak. Tahun ini, ia ikut seleksi PPPK dengan harapan besar: perubahan hidup.

“Pengalaman saya selama ini jadi modal. Saya optimis bisa lolos,” ujar Suaryana usai mengikuti tes.

Sejak 2007, ia menjaga Bendungan Poh Asem dengan penuh tanggung jawab. Untuk menghadapi seleksi ini, ia tak hanya menyiapkan dokumen, tapi juga membangun keteguhan mental dan spiritual.

“Saya belajar, saya siapkan semuanya, dan tentu saja, saya terus berdoa. Ini bukan sekadar ujian, tapi langkah menuju kehidupan yang lebih baik bagi saya dan keluarga,” tuturnya dengan mata berbinar.

Seleksi PPPK di Buleleng bukan sekadar urusan administrasi dan angka kelulusan. Ia adalah panggung tempat ribuan harapan bertaruh. Para peserta datang bukan hanya untuk lulus, tetapi juga untuk mengukir masa depan dan menjadi bagian dari sistem birokrasi yang lebih kuat, lebih bersih, dan lebih berdedikasi. ***

Editor : Dian Suryantini
#DPRD #asn #pppk #strategis #bkn #buleleng