BALIEXPRESS.ID- Kasus dugaan pengeroyokan yang melibatkan tiga oknum aparat mencuat di Bali.
Kejadian ini terjadi beberapa hari lalu di kawasan GOR Ngurah Rai, Jalan WR Supratman, Kota Denpasar, Bali.
Korban pengeroyokan berinisial N yang merupakan warga sipil meninggal akibat kekerasan oknum tersebut.
Informasinya, ketiga oknum aparat tersebut diduga emosi karena korban sempat menggunakan sepeda motor yang diklaim milik keluarga salah satu pelaku.
Salah satu dari mereka kemudian menjemput N di Renon pada malam hari dan membawanya ke GOR Ngurah Rai.
Setibanya di lokasi, N diduga menjadi sasaran kekerasan fisik. Ia dipukul dengan tangan kosong, ditendang, hingga dipukul dengan benda tumpul berupa selang.
"Korban dianiaya dan dikeroyok hingga sekarat, bahkan tak sadarkan diri," ujar seorang sumber, Selasa (6/5/2025).
Korban sempat dibawa ke kampung halamannya di Buleleng dan kemudian dirujuk ke sebuah rumah sakit di Kota Singaraja.
Namun, nyawanya tak tertolong. Pihak medis menyatakan korban telah meninggal dunia.
Dugaan sementara, korban dituduh mencuri sepeda motor milik kerabat salah satu pelaku.
Hal ini yang memicu kemarahan hingga terjadi tindakan kekerasan tersebut.
Menanggapi insiden ini, Kepala Penerangan Kodam IX/Udayana Kolonel Inf. Candra membenarkan keterlibatan tiga oknum aparat.
"Ya, tiga oknum anggota yang diduga melakukan tindakan berlebihan terhadap korban, sudah diproses pihak Polisi Militer," ujarnya.
Ia menambahkan, penyelidikan masih berlangsung untuk mengungkap secara lengkap motif dan kronologi kejadian.
"Kalau hasil penyelidikan sudah kelar, akan kami sampaikan juga terkait motif dan kronologis lengkapnya," tegas Kolonel Candra. (*)
Editor : I Made Mertawan