BALIEXPRESS.ID-Kehadiran organisasi masyarakat Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya di Bali belakangan ini menuai reaksi keras dari publik
Warganet banyak mempertanyakan urgensi keberadaan ormas tersebut di tengah sistem keamanan adat Bali yang telah mengakar dan terjaga selama turun-temurun.
Baca Juga: Sosok Ni Luh Putu Eka Pradnyawati, Pendamping UMKM yang Gigih Bangkitkan Ekonomi Lokal Buleleng
Tak hanya warganet, sejumlah tokoh publik di Bali juga mulai angkat bicara, termasuk Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., yang menyuarakan penolakannya terhadap keberadaan ormas-ormas yang dinilai meresahkan.
Dalam unggahan video di akun Instagram pribadinya @sanjayatabanan pada Selasa, 6 Mei 2025, Sanjaya yang tampil bersama Wakil Bupati Tabanan dan para pecalang secara tegas menyampaikan sikapnya.
“Saya percayakan keamanan desa adat di Tabanan kepada para pecalang,” tulisnya dalam unggahan video tersebut, dikutip Rabu, 7 Mei 2025.
Baca Juga: MENGEJUTKAN! Dedi Mulyadi Pernah Perankan Kanjeng Watu di Sinetron 7 Manusia Harimau
Lebih lanjut dalam video yang telah ditonton lebih dari 40 ribu kali itu, Sanjaya menjelaskan posisi pemerintah kabupaten terhadap kehadiran ormas-ormas yang tidak jelas legalitasnya.
“Titiang ring pemerintah kabupaten Tabanan sama Pak Wakil menyikapi banyak ada ormas-ormas di Bali mangkin. Khususnya di Kabupaten Tabanan, titiang sebagai Bupati Tabanan dan Pak Wakil mewakili masyarakat Tabanan dengan tegas menolak ormas yang tidak terdaftar di Kesbangpol. Karena biar tidak nanti meresahkan tatanan dan keberadaan kita di Kabupaten Tabanan ini, yang selama ini kalau menyangkut keamanan adat, juga keamanan budaya Bali yang sangat adi luhung dan yang menjadi tulang punggung budaya Bali ini adalah pecalang.” Jelasnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para pecalang atas peran mereka yang konsisten menjaga budaya lokal di wilayahnya.
Baca Juga: Ramai Penolakan Ormas GRIB di Bali, AWK Tegaskan Cukup Pecalang, TNI, dan Polri!
“Jadi titiang ring pemerintah Kabupaten Tabanan sangat mengapresiasi dan sangat menaruh harapan dan berterima kasih terhadap pecalang-pecalang Bali, pecalang ring Tabanan semuanya, karena ikut serta menjaga ajegnya budaya Tabanan khususnya. Titiang mengucapkan terima kasih.” Imbuhnya.
Sanjaya menutup pernyataannya dengan menegaskan penyerahan penuh urusan keamanan adat kepada pecalang sebagai lembaga yang telah diakui oleh pemerintah provinsi.
“Persoalan keamanan di Tabanan, persoalan adat dan budaya tiang serahkan kepada dane pecalang. Yang sudah diakui oleh pemerintah provinsi Bali.” Tutupnya.
Pernyataan Bupati Tabanan tersebut langsung disambut antusias oleh warganet yang membanjiri kolom komentar dengan dukungan.
“Setuju..Bali harus Menjadi BALI yg Kita org luar Bali kenal sejak dahulu.” Tulis akun @puguh_tedjantoro.
“Harus sekadi niki wawu patut pak Bupati Tabanan sangat mendukung penuh PECALANG utk keamanan wilayah desa adat Yuk, Bupati Kabupaten se-Bali dan Walikota ditunggu statementnya. Dumogi Bali Rahayu.” Tulis akun @kardanadeepi.
“Sepakat pak bupati, bubarkan aja biar ajeg Bali terjaga dgn pecalang2 nya yg menjunjung tinggi adat bali.” Tulis akun @zaikiyudi.
Namun, ada juga warganet yang berharap tindakan nyata segera diambil, tidak hanya berupa pernyataan penolakan semata.
“Setuju Pak. Kita tunggu tindakan konkritnya Pak Bupati, apalagi tdk ada ijin, tangkap dan usir jgn biarkan mrk mempunyai pos2 perlindungan, mrk masuk ke Bali secara ILEGAL,” Tulis akun @ardisampurna.
“itu yang ngaku grib dpc tabanan tolong di cari pak bupati !” Tulis akun @manputra19.
“Yang di tabanan dibubarkan dumun pak datangi markasnya Dan Segel dmn Nike wewenang bapak sebagai pemimpin daerah tabanan dn semoga pemimpin daerah yg lain bs mengikuti.” Tulis akun @inymadysuryamarthana,
Editor : Wiwin Meliana