BALIEXPRESS.ID-Media sosial belakangan ini diramaikan dengan kemunculan organisasi masyarakat Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) di Bali yang menuai banyak reaksi publik.
Tak hanya masyarakat umum, sejumlah tokoh publik hingga komunitas adat mulai menyuarakan penolakan terhadap keberadaan ormas tersebut.
Baca Juga: Viral Truk Babi Dimandikan di Irigasi Sawah Hingga Disebut Bikin Najis, Begini Alasan Sopir
Para komunitas pecalang dari sejumlah desa adat beramai-ramai menyatakan sikap tegas menolak kehadiran ormas tersebut dengan berbagai cara.
Mulai dari video pernyataan resmi hingga pemasangan baliho penolakan, aksi-aksi ini menjadi bentuk solidaritas adat yang mengakar kuat di masyarakat Bali.
Salah satu penolakan datang dari pecalang Desa Adat Kerobokan, Denpasar, yang menunjukkan sikap tegas melalui pemasangan spanduk.
Dilansir dari postingan akun Instagram @denpasar.viral pada Rabu, 7 Mei 2025, baliho tersebut berisi penegasan penolakan terhadap kehadiran GRIB di wilayah adat mereka.
“Pecalang Desa Adat Kerobokan, menyatakan dengan tegas menolak ormas GRIB Jaya masuk wilayah Desa Adat Kerobokan.” tulis akun @denpasar.viral, dikutip Kamis, 8 Mei 2025.
Unggahan tersebut langsung mendapat respons positif dari warganet yang mendukung sikap komunitas adat tersebut.
“Mantap warga dan pecalang kerobokan....semoga ditiru semua warga di seluruh bali.” tulis akun @bayusanjaya6.
“Niki wawu tegas, Bendesa adat kerobokan mantap.” komentar akun @marthen_777.
“Ayo Desat Adat lain… Sanur, Jimbaran, Pecatu, ungasan, Kuta… ayo bentangkan.” seru akun @balistar12
“Harus kompak muncul diseluruh wilayah bali spanduk kayak gini....dan gongnya akan muncul spanduk dari pemerintah berupa tulisan kami pemprov bali mewakili rakyat bali mengharamkan ormas grib ada dibali.” tulis akun @nyoman9642.
“Tolak tegas ormas luar, salut Pecalang Bali bersatu.” tulis akun @gede_a_wijaya_.
Sumber kutipan dari akun @denpasar.viral menegaskan bahwa dukungan terhadap pecalang terus mengalir dari masyarakat luas, memperkuat suara penolakan terhadap GRIB Jaya di Bali.
Editor : Wiwin Meliana