BALIEXPRESS.ID-Media sosial belakangan ini diramaikan dengan kemunculan organisasi masyarakat Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) di Bali yang menuai banyak reaksi publik.
Tak hanya masyarakat umum, sejumlah tokoh publik hingga komunitas adat mulai menyuarakan penolakan terhadap keberadaan ormas tersebut.
Para komunitas pecalang dari sejumlah desa adat beramai-ramai menyatakan sikap tegas menolak kehadiran ormas tersebut dengan berbagai cara.
Baru-baru ini melalui unggahan video, Pasikian Pecalang Kabupaten Badung turut menyuarakan dan menolak dengan tegas kehadiran ormas bali yang masuk.
Dilansir dari akun @jurnalisrakyat yang diunggah pada Rabu, 7 Mei 2025, para pecalang tersebut menyampaikan penolakan tersebut dalam video.
Dalam video itu, salah satu perwakilan pecalang menegaskan posisi mereka sebagai penjaga keamanan desa adat.
“Om swastyastu, kami pasikian pecalang badung. Kami sebagai garda terdepan pengamanan desa adat yang sangat paham dan mengerti akan situasi adat kami.” Ujar salah satu perwakilan pacalang tersebut, dikutip Jumat, 9 Mei 2025.
Baca Juga: Pesta Kelulusan SMK di Buleleng Tuai Pro Kontra, DJ Diah Krisna Minta Maaf
Ia juga menekankan pentingnya kerja sama dengan aparat negara dalam menjalankan tugas.
“Dan disetiap pengamanan berbentuk apapun kami selalu bersinergi dengan pihak TNI dan Polri.” Imbuhnya.
Ia juga menegaskan penolakan secara eksplisit terhadap kehadiran ormas luar Bali yang dianggap mengganggu tatanan adat, baik di wilayah Badung maupun Bali secara umum.
“Hari ini kami sampaikan Pasikian Pacalang Kabupaten Badung menolak dengan tegas kehadiran ormas luar Bali yang masuk ke desa adat kami, di Badung khususnya dan di Bali pada umumnya.” Tegasnya dengan lantang.
Di akhir pernyataannya, ia menyatakan kesiapan penuh pecalang untuk mempertahankan tanah kelahiran mereka.
“Kami Pasikian Pacalang Badung siap puputan demi tanah kelahiran.” Tutupnya dengan tegas.
Sontak video yang telah ditonton lebih dari 11 ribu kali tersebut mendapatkan banyak dukungan dan apresiasi dari warganet.
“Semangat pak pecalangg.” Tulis akun @niti_suaribali.
Baca Juga: Korban Teriang Maling, Dua Pria Pekalongan Diamuk Massa Usai Gasak Uang Penjualan Gabah
“Titiyang Cumpu niki Semeton, Cukup Pecalang Manten, Rahayu sareng Sami semeton.” Tulis akun @wiraadnyana69.
“Rahayu pak PECALANG sami.” Tulis akun @bali_pongah.
“Nee maree mantep!!” Tulis akun @alitjbx.
“Tolak kerass” Tulis akun @dhaniglory.
Hingga kini belum ada tanggapan resmi dari pihak GRIB Jaya terkait berbagai penolakan yang disuarakan oleh komunitas adat di Bali.
Editor : Wiwin Meliana