BALIEXPRESS.ID – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tabanan resmi membentuk Panitia Khusus (Pansus) I dalam rapat paripurna ketujuh masa persidangan kedua tahun 2025.
Agenda utama Pansus ini adalah membahas rancangan awal Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Semesta Berencana Tabanan 2025–2029, dengan menekankan prioritas pembangunan berbasis desa dan sektor pertanian.
Ketua DPRD Tabanan, I Nyoman Arnawa, menyampaikan bahwa pembentukan Pansus I bertujuan untuk menyelaraskan rancangan RPJMD dengan visi dan misi Bupati Tabanan terpilih, demi memastikan arah pembangunan daerah lima tahun ke depan berjalan tepat sasaran.
“Pansus ini akan mengawasi dan memastikan agar program-program pembangunan tidak menyimpang dari arah kebijakan yang telah ditetapkan, terutama pada pembangunan di desa-desa,” ungkap Arnawa, Jumat (9/5).
Arnawa juga menekankan pentingnya pendekatan pembangunan berbasis wilayah, dengan desa sebagai ujung tombak.
Ia mengapresiasi langkah konkret Bupati Tabanan yang aktif terjun langsung ke masyarakat, sejalan dengan konsep Desa Presisi yang kini diusung.
Tak hanya pembangunan desa, sektor pertanian pun menjadi sorotan utama. DPRD Tabanan menegaskan agar pertanian tidak terpinggirkan dalam RPJMD dan tetap mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah.
“Pertanian adalah tulang punggung ketahanan pangan Tabanan. Kita harus hadir untuk para petani dan memastikan sektor ini tetap menjadi prioritas pembangunan,” tegas Arnawa.
Sementara itu, Ketua Pansus I, Gusti Nyoman Omardani, menambahkan bahwa penyusunan RPJMD harus merujuk pada berbagai dokumen perencanaan, termasuk RPJPD Tabanan, RPJMD Provinsi Bali, RPJMN nasional, serta visi-misi calon bupati terpilih.
“Semua perencanaan ini harus sinkron agar pelaksanaan pembangunan bisa berjalan efektif, terarah, dan berkelanjutan,” jelas Omardani.
Pembentukan Pansus ini menjadi langkah awal strategis bagi DPRD Tabanan dalam memastikan pembangunan jangka menengah daerah berjalan sesuai kebutuhan masyarakat dan potensi lokal, khususnya di sektor desa dan pertanian yang menjadi pilar utama ekonomi Tabanan. (*)
Editor : Nyoman Suarna