BALIEXPRESS.ID – Kasus bullying di sekolah kembali mencuat dan menjadi perhatian publik setelah seorang ibu bernama Kadek Bagiari membagikan kisah pilu anak perempuannya melalui akun Facebook.
Kisah ini kemudian diangkat oleh akun Instagram @kabarkarangasem, dan langsung menyita perhatian warganet.
Baca Juga: Rahmat Arjuna dan Kenangan Manis Jelang Bali United Hadapi Persija Jakarta
Dalam unggahan tersebut, Kadek Bagiari menceritakan bahwa putrinya kerap menjadi korban bullying di sekolah, baik secara verbal maupun fisik.
Sang anak sering diejek sebagai anak yatim karena tidak memiliki ayah, bahkan menjadi sasaran pengeroyokan oleh teman-temannya.
Tidak hanya sampai di situ, aksi kekerasan juga dialaminya, mulai dari rambut dijambak, dipukul di bagian mulut hingga berdarah, serta mengalami luka di telinga.
Foto-foto yang dibagikan memperlihatkan baju sang anak yang robek di bagian pundak, serta luka di bibir dan telinga yang jelas terlihat.
Kadek Bagiari menegaskan bahwa ia siap mengambil langkah tegas jika kasus ini tidak segera ditindaklanjuti oleh pihak sekolah.
Ia menulis, “Saya masih bisa terima kalau hanya dibully secara verbal, tapi kalau sudah main kekerasan seperti ini, saya tidak akan diam. Walaupun anak saya tidak punya bapak, masih ada seorang ibu yang selalu siap melindungi.”
Kisah ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa bullying di sekolah masih menjadi masalah serius yang harus segera diatasi.
Diperlukan perhatian dan tindakan nyata dari pihak sekolah, orang tua, dan masyarakat agar anak-anak merasa aman dan terlindungi selama menempuh pendidikan.
Editor : Wiwin Meliana