Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Abrasi Parah di Desa Banyubiru Jembrana, Jalan Putus dan 7 Rumah Terdampak

I Gde Riantory Warmadewa • Kamis, 15 Mei 2025 | 13:55 WIB

 

Petugas BPBD Jembrana melakukan asessment dan pengecekan abrasi yang terjadi di pantai Banjar Pebuhan, Desa Banyubiru, Kecamatan Negara, Jembrana.
Petugas BPBD Jembrana melakukan asessment dan pengecekan abrasi yang terjadi di pantai Banjar Pebuhan, Desa Banyubiru, Kecamatan Negara, Jembrana.

BALIEXPRESS.ID - Abrasi atau pengikisan pantai akibat air laut semakin parah di Banjar Pebuahan, Desa Banyubiru, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana, Bali.

Abrasi parah mengakibatkan  akses jalan sepanjang sekitar 16 meter kini terputus.

Menanggapi kondisi ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jembrana melakukan penilaian dan pengecekan Selasa (13/5/2025).

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Jembrana Agus Artana Putra mengatakan abrasi mulai terjadi sejak 1 Mei 2025.

Itu berdasarkan laporan dari warga sekitar. Abrasi tersebut mengikis tembok tanah yang menjadi akses jalan. 

"Puncak abrasi terjadi pada hari Senin, 12 Mei 2025, yang mengakibatkan kerusakan pada akses jalan sepanjang 16 meter," ungkapnya pada Rabu (14/5/2025).

Selain mengakibatkan putusnya akses jalan, abrasi di Pantai Banjar Pebuahan juga menggerus pasir sepanjang 61 meter dari arah timur ke barat.

Hal ini menyebabkan air laut memasuki permukiman warga.

"Berdasarkan hasil pengecekan, terdapat 7 rumah yang terdampak akibat kejadian abrasi. Diperlukan pembangunan tanggul untuk mencegah dampak abrasi yang lebih serius ke depannya," jelas Agus.

Sementara itu, Kepala Desa Banyubiru, I Komang Yuhartono, menjelaskan bahwa untuk meminimalikan masuknya air laut ke permukiman, warga telah melakukan penanganan swadaya.

Mereka memasang karung berisi pasir dan memanfaatkan batu sisa abrasi sebagai pemecah arus air laut.

"Kami juga mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati menghadapi cuaca yang tidak menentu," tutup I Komang Yuhartono. (*)

 

Editor : I Made Mertawan
#jalan putus #abrasi #jembrana