Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Desain Penanganan Pantai Nusa Penida dan Lembongan Difinalisasi, BWS Lakukan Sosialisasi

I Dewa Gede Rastana • Sabtu, 17 Mei 2025 | 00:00 WIB
FINAL : Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali-Penida menggelar sosialisasi desain final rencana penanganan pantai, Kamis (15/5/2025), bertempat di Ruang Rapat Praja Mandala, Kantor Bupati Klungkung.
FINAL : Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali-Penida menggelar sosialisasi desain final rencana penanganan pantai, Kamis (15/5/2025), bertempat di Ruang Rapat Praja Mandala, Kantor Bupati Klungkung.

BALIEXPRESS.ID – Upaya penataan dan perlindungan kawasan pesisir di Kepulauan Nusa Penida dan Nusa Lembongan kembali menunjukkan kemajuan.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali-Penida menggelar sosialisasi desain final rencana penanganan pantai, Kamis (15/5/2025), bertempat di Ruang Rapat Praja Mandala, Kantor Bupati Klungkung.

Sosialisasi tersebut dibuka oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPRPKP) Kabupaten Klungkung, I Made Jati Laksana, mewakili Bupati Klungkung. Hadir pula para kepala OPD, Camat Nusa Penida, para perbekel dan bendesa adat dari wilayah terdampak, serta perwakilan konsultan perencanaan dari Nippon Koei dan Assosiasi Team Leader Suzumu Onaka.

Dalam paparannya, Jati Laksana menjelaskan bahwa penyusunan desain final penanganan pantai ini merupakan tindak lanjut dari usulan Pemerintah Kabupaten Klungkung sejak tahun 2022. Dari sejumlah usulan yang diajukan pemerintah kabupaten se-Bali, hanya tiga lokasi yang masuk perencanaan konservasi, dan salah satunya berada di Kecamatan Nusa Penida.

"Kami bersyukur salah satu lokasi di Klungkung terpilih dan sudah sampai pada tahap desain akhir," ujarnya.

Desain tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Satuan Non Vertikal Tertentu Pelaksana Jaringan Sumber Air BWS Bali-Penida, Lanang Sunu Perbawa. Dalam rapat itu, seluruh pemangku kepentingan menyatakan dukungan terhadap program penanganan abrasi dan penataan kawasan pantai tersebut.

Sebagai langkah lanjutan, akan dibentuk Tim Koordinasi Manajemen Pengelolaan Pantai (TKMPP) yang melibatkan unsur pemerintah pusat, daerah, desa dinas dan adat, pelaku pariwisata, serta LSM. Tim ini akan menjadi forum koordinasi dalam pengelolaan kawasan pesisir secara terpadu. “Rencananya, TKMPP akan dibentuk di tingkat provinsi dan kabupaten sebelum pekerjaan fisik dimulai. Saat ini, proses masih dalam tahap pengusulan anggaran melalui APBN,” imbuhnya.

Pemkab Klungkung berharap perhatian dari pemerintah pusat melalui BWS Bali-Penida terus berlanjut hingga ke tahap pelaksanaan di lapangan. Penataan pantai ini sangat penting, mengingat wilayah Nusa Penida dan Nusa Lembongan telah ditetapkan sebagai kawasan strategis pariwisata nasional. Diharapkan, dengan adanya proyek ini, abrasi bisa dikendalikan dan kualitas destinasi wisata pesisir di Nusa Penida semakin meningkat. (*) 

Editor : I Dewa Gede Rastana