BALIEXPRESS.ID-Sebuah video yang menunjukkan aksi kekerasan terhadap seorang siswa di Denpasar viral di media sosial dan memicu keprihatinan publik.
Peristiwa ini terjadi di Jl. Mertasari, Banjar Mergaya, Desa Pemecutan Klod, Kecamatan Denpasar Barat, dan melibatkan siswa dari salah satu sekolah kejuruan di kota tersebut.
Baca Juga: Polres Bangli Maksimalkan Kegiatan Patroli dan Sosialisasi untuk Persempit Aksi Premanisme
Korban berinisial AANDP (16) mengalami kekerasan fisik yang dilakukan oleh tiga terduga pelaku berinisial SA, RE, dan INA.
Aksi kekerasan ini dipicu oleh kecurigaan pelaku bahwa korban telah menyebarkan rekaman video proses pembinaan siswa oleh guru Bimbingan Konseling (BK) terkait pelanggaran merokok di toilet sekolah.
Meskipun sebelumnya sempat terjadi kesepakatan damai antara para siswa yang terlibat dalam pelanggaran tersebut, ketegangan kembali mencuat saat pelaku menuduh korban sebagai penyebar video.
Insiden kekerasan terjadi setelah jam sekolah, saat korban bertemu dengan para pelaku di sebuah gang di wilayah Denpasar Selatan.
Baca Juga: GEGER! Duel Maut Live Instagram, 1 Tewas: Identitas Pelaku Terungkap, Ternyata...
Di lokasi tersebut, korban diinterogasi, dan kemudian mendapat tendangan dari SA serta pukulan dari INA sebanyak dua kali.
Menanggapi kejadian ini, pihak sekolah bersama aparat Polsek Denpasar Barat dan Subdit 4 Ditreskrimum Polda Bali segera mengadakan mediasi.
Proses mediasi ini turut dihadiri Kepala Sekolah dan Kanit Binmas Polsek Denpasar Barat, AKP I Wayan Budiartana, S.H.
Dalam keterangannya, Kepala Sekolah menyatakan bahwa pihaknya telah menelusuri secara menyeluruh asal-usul video tersebut.
Ia menyesalkan tindakan kekerasan yang dilakukan oleh siswa saat masih mengenakan seragam sekolah, yang dinilai mencoreng nama baik lembaga pendidikan.
Ia juga mengimbau para orang tua untuk lebih aktif dalam mengawasi perilaku anak-anak mereka di luar sekolah.
Baca Juga: Mimpi Liga Champions Belum Padam! Villa Bungkam Tottenham, Nasib Tergantung Keajaiban City!
Sementara itu, AKP Wayan Budiartana menekankan pentingnya menjaga masa depan siswa dan berharap kasus ini tidak berlarut.
Ia mengimbau agar peristiwa ini menjadi pelajaran bersama untuk mengedepankan penyelesaian damai dan mencegah kekerasan di kalangan pelajar.
Setelah proses mediasi berlangsung, kedua belah pihak akhirnya sepakat berdamai. Namun, sebagai bentuk ketegasan dan pembelajaran, pihak sekolah memutuskan untuk mengeluarkan salah satu pelaku utama, SA, dari sekolah.
Editor : Wiwin Meliana