SINGARAJA, BALI EXPRESS - Di tengah ketatnya persaingan dunia pendidikan yang semakin kompetitif dan kadang terjebak pada pencitraan semata, SMP Negeri 4 Singaraja memilih jalur yang lebih substansial.
SMPN 4 Singaraja membangun karakter, bukan sekadar mencetak juara ujian. Sekolah ini, yang sudah lama dikenal sebagai salah satu sekolah favorit di Kabupaten Buleleng, ternyata punya strategi pendidikan yang tak biasa.
Di bawah kepemimpinan Putu Budiastana, yang menjabat sejak 2015, SMPN 4 Singaraja berkembang pesat, bukan hanya dalam urusan prestasi akademik, tapi juga dalam kualitas manusia yang mereka hasilkan.
“Kami ingin melahirkan siswa yang tak hanya pintar, tapi juga punya karakter kuat. Karena pintar saja tidak cukup untuk bertahan di dunia yang kompleks ini,” ujar Budiastana, Senin (19/5).
Visi sekolah ini pun tak main-main. Unggul dalam karakter, cerdas, berprestasi, berlandaskan Tri Hita Karana. Sebuah filosofi yang mengakar pada harmoni—dengan Tuhan, sesama, dan alam. Di saat banyak sekolah sibuk memburu ranking dan peringkat nasional, SMPN 4 Singaraja justru menyusun strategi pendidikan berbasis keseimbangan.
“Kami percaya, karakter adalah fondasi dari semua pencapaian. Kalau anak terbiasa disiplin, jujur, dan punya empati, maka belajar bukan lagi beban, tapi kebutuhan,” tambahnya.
Baca Juga: Membanggakan Bali, SMPN 4 Singaraja Jadi Sekolah Percontohan Antikorupsi Se-Indonesia
Strategi mereka pun tidak berhenti pada slogan. Sekolah ini menerapkan pendekatan pembelajaran multidimensi—mengembangkan kecerdasan intelektual, emosional, spiritual, sosial, dan kinestetik.
Istilah kerennya, pendidikan holistik. Jadi, siswa bukan hanya diajak berpikir logis lewat pelajaran, tapi juga dilatih untuk mengenali perasaan, menghargai sesama, dan menjaga tubuh mereka.
Lingkungan sekolah yang nyaman dan kolaboratif juga menjadi kunci keberhasilan. Di SMPN 4 Singaraja, semua pihak terlibat aktif—guru, siswa, staf, hingga orang tua.
“Delapan standar nasional pendidikan itu bukan sekadar dokumen. Itu harus hidup dalam keseharian. Kami tidak bisa kerja sendiri,” tegasnya.
Sebagai penggerak prestasi, sekolah ini punya berbagai program andalan. Salah satunya, Kelompok Siswa Penggemar (KSP) untuk mata pelajaran Matematika, IPA, IPS, dan Bahasa Inggris.
Di sinilah siswa-siswa dengan minat khusus mendapat pembinaan rutin agar siap berlaga dalam berbagai kompetisi. Ada juga kelas prestasi, tempat siswa dengan kemampuan akademik unggul mendapat tambahan jam belajar yang lebih intensif.
Namun, yang membuat SMPN 4 Singaraja berbeda bukan hanya programnya, tapi filosofi yang mereka pegang. Bahwa pendidikan sejati bukan sekadar soal nilai rapor, tapi tentang menyiapkan anak-anak menjadi manusia yang utuh—yang siap berpikir, merasa, bergerak, dan berkontribusi.
Dengan cara kerja seperti ini, tak heran jika alumni sekolah ini banyak yang melesat menjadi sosok-sosok yang membanggakan. Mereka bukan hanya membawa nama sekolah, tapi juga semangatnya belajar dengan hati, berprestasi dengan integritas. ***
Editor : Dian Suryantini