Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

3.000 Tusuk Sate Dipesan Fiktif, Nama Kodim Klungkung Dicatut dalam Modus Penipuan

I Dewa Gede Rastana • Selasa, 20 Mei 2025 | 11:00 WIB
TERTIPU : Pedagang sate asal Gianyar saat mengantar pesanan yang ternyata fiktif ke Kodim Klungkung.
TERTIPU : Pedagang sate asal Gianyar saat mengantar pesanan yang ternyata fiktif ke Kodim Klungkung.

BALIEXPRESS.ID – Kasus penipuan bermodus pemesanan makanan kembali terjadi, kali ini mencatut nama institusi militer.

Seorang pedagang sate di Ubud, Gianyar, menjadi korban setelah menerima pesanan fiktif ribuan tusuk sate yang mengatasnamakan Kodim 1610/Klungkung.

Modus ini dilakukan oleh seseorang yang mengaku bernama Leo Dewa asal Denpasar. Ia menghubungi pedagang bernama Ayu Saraswati dan memesan 3.000 tusuk sate lilit ayam, yang dikirim secara bertahap selama tiga hari. Pemesanan tersebut disertai surat resmi palsu dan mengklaim sebagai bagian dari kegiatan Kodim Klungkung.

Kecurigaan mulai muncul saat pada Minggu (18/5/2025) sekitar pukul 17.10 WITA, beberapa wanita datang mengantar 1.000 tusuk sate ke Makodim Klungkung sebagai pengiriman hari pertama. Namun pihak Kodim tidak pernah merasa melakukan pemesanan.

Komandan Kodim 1610/Klungkung, Letkol Inf Armen, menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah memesan makanan dalam jumlah tersebut. Ia memastikan bahwa seluruh proses pengadaan barang dan jasa di Kodim dilakukan sesuai prosedur melalui e-Katalog dan tidak melibatkan perantara.

“Semua pemesanan resmi dari Kodim selalu dilakukan dengan mekanisme yang sah dan transparan. Kami tidak pernah menggunakan surat menyurat di luar sistem dan apalagi memesan melalui pihak ketiga yang tidak dikenal,” ujar Letkol Armen, Senin (19/5/2025).

Akibat kejadian ini, pedagang mengalami kerugian sekitar Rp2 Juta. Meski demikian, korban memilih tidak menempuh jalur hukum dan menganggap peristiwa tersebut sebagai musibah.

Letkol Armen juga mengingatkan bahwa kejadian serupa sebelumnya pernah menimpa instansi militer lain. Ia mengimbau masyarakat dan pelaku usaha untuk lebih waspada, terutama saat menerima pesanan dalam jumlah besar yang mengatasnamakan lembaga negara.

“Jangan langsung percaya jika ada pemesanan besar hanya berdasarkan surat atau nama institusi. Verifikasi dulu kebenarannya sebelum memproduksi,” tegasnya.

 

Sebelumnya penipuan dengan modus serupa juga dialami Kodim Gianyar. Dimana seorang penjual dimsum dan telur ikan salmon mengalami kerugian hingga puluhan juta rupiah. (*)

Editor : I Dewa Gede Rastana
#Kodim 1610 Klungkung #kerugian #fiktif #sate #penipuan