BALIEXPRESS.ID-Sebuah video yang menunjukkan kondisi jalan penuh lumpur di Desa Songan, Banjar Hulundanu, Kintamani, Bangli, viral di media sosial pada Minggu, 25 Mei 2025.
Video tersebut pertama kali diunggah oleh akun Facebook @kadekmertayasa dan kemudian di-repost oleh akun Instagram @jeg.bali.
Baca Juga: Mimih! WNA Serempet Mobil di Sading Lalu Kabur, Korban Ancam Lapor Polisi
Dalam unggahan akun @jeg.bali, terlihat keadaan jalan yang dipenuhi lumpur tebal akibat hujan deras yang mengguyur sejak dini hari.
“Hujan deras yang terjadi sejak pkl 01.00 dini hari hingga pkl 07.00 wita menyebabkan genangan pasir setinggi badan orang dewasa di Desa Songan, Br Hulundanu, tepatnya di Jl Gablagan Kintamani, Bangli,” tulis @jeg.bali, dikutip Senin, 26 Mei 2025.
Video yang memperlihatkan kondisi jalan tersebut sontak mendapatkan perhatian dari warganet.
Hingga kini, video tersebut telah disukai lebih dari 2.000 akun dan mendapatkan beragam komentar dari netizen.
“Mimih... Tempat ini memang langganan banjir bandang dan longsor sejak zaman kerajaan dulu, bahkan dicatat dalam prasasti. 14 tahun lalu saat saya ngajar di daerah sana pun banjir sering terjadi saat hujan,” tulis akun @arya_lawa_manuaba.
“Mudah2an dpt. Segera ditangani pemerintah setempt,” harap akun @asta.wa80.
“Posisi skrng saya dekat area ini.. mw d bnerin kyak gmna jalannya ttep akan banjir krn g ada gorong2 jdi air lewat jalan. Klu ujan udh kayak kali,” tulis akun @arieztha_dhezzy.
“Semoga di beri ketabahan buat saudara yg mengalami musibah dsna,” doa akun @yek_togan.
“Ayo bangun terusssss villa dll di tebing dan jurang! Bagussss lanjutkan,” sindir akun @wahbayukresna.
Baca Juga: Kembali Torehkan Prestasi Global, BRI Raih Tiga Penghargaan Prestisius dari The Asset
Banjir bandang dan longsor memang menjadi masalah yang kerap melanda wilayah Songan dan sekitarnya saat musim hujan.
Kondisi jalan yang rusak dan tergenang lumpur ini mengganggu aktivitas warga dan akses kendaraan yang melewati jalur tersebut.
Warganet berharap agar pemerintah segera melakukan penanganan dan perbaikan agar masalah genangan lumpur tidak terus berulang setiap musim hujan tiba.
Editor : Wiwin Meliana